kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

23 Perusahaan Tunda IPO pada 2026, OJK Ungkap Penyebabnya


Minggu, 01 November 2026 / 06:03 WIB
23 Perusahaan Tunda IPO pada 2026, OJK Ungkap Penyebabnya
ILUSTRASI. Ilustrasi IPO atau Go Public (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - MANDALIKA. Sebanyak 23 perusahaan memutuskan menunda penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sepanjang 2026. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan pasar modal domestik.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Firmansyah mengatakan, hingga 2026 terdapat 38 perusahaan yang telah masuk dalam proses IPO.

Baca Juga: Euro Tertekan Dolar AS, AUD dan GBP Punya Peluang Lebih Menarik

Namun, dari jumlah tersebut, baru tujuh perusahaan yang memperoleh pernyataan efektif dari OJK.

Sementara itu, delapan perusahaan masih menjalani proses dan 23 perusahaan lainnya memilih menunda rencana pencatatan saham.

“Untuk IPO sendiri di 2026 ada 38 yang sudah proses, tapi baru tujuh yang efektif. Lalu delapan perusahaan masih dalam proses dan 23 itu memang mereka memutuskan untuk menunda IPO,” kata Agus dalam media gathering di Mandalika, Sabtu (31/10/2026).

Agus memahami keputusan calon emiten yang memilih menunda IPO. Menurut dia, perusahaan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan pasar modal sebelum memutuskan waktu yang tepat untuk melepas saham ke publik.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa, Ini Prospek EUR/USD, GBP/USD dan AUD/USD hingga Akhir 2026

Meski sejumlah perusahaan menunda IPO, OJK masih mencatat pipeline penawaran umum sebanyak 25 perusahaan dengan nilai indikatif sekitar Rp 27,9 triliun per 30 Oktober 2026. Pipeline tersebut mencakup berbagai instrumen pasar modal.

Rinciannya, terdapat delapan rencana IPO saham dengan nilai Rp 9,05 triliun. Selain itu, lima rencana Penawaran Umum Terbatas (PUT) memiliki nilai sekitar Rp 10,07 triliun.

OJK juga mencatat 12 rencana penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan perkiraan nilai indikatif Rp 8,79 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×