kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Laba Chitose turun 41,5% sepanjang 2014


Jumat, 27 Maret 2015 / 11:24 WIB
ILUSTRASI. Spesifikasi & Harga HP OPPO A18: Kamera 8MP, Baterai 5.000 mAh, Rp 1,8 Juta


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kinerja PT Chitose International Tbk (CINT) di tahun 2014 terlihat lesu. Emiten yang baru tahun lalu melantai di Bursa Efek Indonesia ini mengantongi laba bersih Rp 24,5 miliar atau turun 41,5% dari tahun sebelumnya Rp 41,9 miliar.

Dari laporan keuangan yang dirilis Jumat (26/3), penjualan CINT turun 1,6% menjadi Rp 283,44 miliar dari tahun sebelumnya Rp 288,12 miliar. Beban pokok penjualan juga turun menjadi Rp 191,9 miliar dari sebelumnya Rp 208 miliar. Hal ini membuat laba kotor CINT naik menjadi Rp 91,5 miliar dari sebelumnya Rp 80 miliar.

Tahun lalu CINT mencatat pendapatan keuangan Rp 2,5 miliar, tumbuh 150% dari sebelumnya Rp 1 miliar. Namun, beban keuangan juga mengalami peningkatan sebesar 26% menjadi Rp 3 miliar dari sebelumnya Rp 2,38 miliar. Tahun 2014, CINT tidak memiliki keuntungan atas akuisisi entitas anak. Sementara di tahun 2013 perseroan mencatat keuntungan atas akuisisi entitas anak sebesar Rp 18 miliar.

Pada tahun 2014 total aset produsen funiture ini tercatat Rp 365 miliar naik dari sebelumnya Rp 262,9 miliar. Kemudian total liabilitas Rp 73,4 miliar naik dari sebelumnya Rp 77,79 miliar, sedangkan total ekuitas naik menjadi Rp 291,6 miliar, naik dari sebelumnya Rp 185,1 miliar.

Dengan demikian laba per saham perseroan turun menjadi Rp 29 dari sebelumnya Rp 60.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×