kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.035   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.227   40,56   0,66%
  • KOMPAS100 817   5,64   0,70%
  • LQ45 622   2,70   0,44%
  • ISSI 215   1,24   0,58%
  • IDX30 350   1,35   0,39%
  • IDXHIDIV20 431   1,10   0,26%
  • IDX80 93   0,59   0,63%
  • IDXV30 118   0,57   0,49%
  • IDXQ30 112   0,24   0,22%

Laba Bersih Pakuwon Jati (PWON) Turun 11,42% per Semester I 2026


Jumat, 31 Juli 2026 / 14:02 WIB
Laba Bersih Pakuwon Jati (PWON) Turun 11,42% per Semester I 2026
ILUSTRASI. Pendapatan Pakuwon Jati (PWON) naik 8% di 2024, ini faktor pendorongnya (Dok/PT Pakuwon Jati)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tercatat turun di sepanjang enam bulan pertama tahun 2026.

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1 triliun per kuartal II 2026, turun 11,42% dari Rp1,13 triliun.

Total pendapatan PWON relatif stabil sebesar Rp 3,37 triliun apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja PWON didukung pendapatan recurring income yang tumbuh sebesar 7% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 2,89 triliun dibandingkan Rp 2,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini berhasil mengimbangi moderasi pendapatan development yang disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan dari serah terima unit. 

Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Targetkan Aset Recurring Sumbang 85% ke Pendapatan 2026

Laba kotor meningkat 2% YoY menjadi Rp 1,92 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,88 triliun. 

EBITDA tumbuh 3% dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,88 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto Basuki mengatakan, pertumbuhan portofolio recurring income didorong oleh kinerja yang tetap solid dari segmen retail mal dan hospitality.

Pendapatan recurring PWON pada semester pertama 2026 mencapai Rp 2,89 triliun, meningkat 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,69 triliun. 

Raihan itu terdiri atas pendapatan retail mal sebesar Rp 2,06 triliun, naik 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,92 triliun. 

“Lalu, pendapatan office leasing sebesar Rp 124 miliar, turun sebesar 16% YoY dari Rp 147 miliar, serta pendapatan hospitality sebesar Rp 709 miliar, naik 15% YoY dari Rp 618 miliar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Bagi Dividen Rp 626 Miliar dari Laba Bersih Tahun Buku 2025

Secara keseluruhan, segmen retail leasing menyumbang mayoritas yaitu 61% ke pendapatan PWON pada periode ini. 

Kemudian, segmen hotel dan serviced apartment berkontribusi 21%, office leasing 4%, condominium sales 8%, landed houses sales 5% dan office sales 1%.

Lebih lanjut, PWON juga mencatatkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sepanjang semester I 2026 sebesar Rp 565 miliar, turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 603 miliar. 

Dari raihan tersebut, sekitar 42% dari total marketing sales berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023.

“Komposisi penjualan periode semester I 2026 terdiri dari condominium dan office sebesar 67% serta landed houses 33%,” paparnya.

Minarto menuturkan, PWON telah merealisasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp412 miliar per Juni 2026.

Baca Juga: Catat Kinerja Positif, Laba Pakuwon Jati (PWON) Melesat 29,31% Kuartal I 2026

“ini digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×