kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Laba bersih HEXA naik 42,2% di kuartal ketiga 2010


Minggu, 30 Januari 2011 / 13:22 WIB
Laba bersih HEXA naik 42,2% di kuartal ketiga 2010


Reporter: Adisti Dini Indreswari, KONTAN | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rapor PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) tahun lalu cukup bagus. Di kuartal ketiga yang berakhir 31 Desember 2010, HEXA mencatatkan laba bersih US$ 30,15 juta. Jumlah ini meningkat 42,22% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Dus, emiten penjual alat berat ini mengantongi laba bersih per saham senilai US$ 0,036. Ini naik 44% dibanding laba bersih per saham 2009.

Pencapaian laba bersih HEXA juga seirama dengan pertumbuhan pendapatannya pada tahun lalu. Per 31 Desember 2010, HEXA mengantongi pendapatan senilai US$ 359,28 juta, tumbuh 56,49% daripada periode yang sama tahun 2009.

Mengacu laporan keuangan HEXA kuartal III-2010, senilai Rp US$ 221,96 juta atau sebesar 68,8% dari total pendapatan perusahaan disumbangkan oleh penjualan dan penyewaan alat-alat berat. Sedangkan penjualan suku cadang dan layanan purna jual masing-masing menyumbang 19,2% dan 12% dari total pendapatan.

Selama ini HEXA menyediakan alat-alat berat di sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan. Emiten ini memasarkan merek dagang Hitachi, John Deere, Rotobec Grapples, serta Waratah.

Pendapatan operasional HEXA juga naik setinggi 29,77% dari US$ 29,66 juta menjadi US$ 38,49 juta per 31 Desember 2010. Untuk bisnis pada tahun ini, HEXA bersiap mengerek harga jual alat berat. Adalah penguatan nilai tukar yen terhadap dollar Amerika Serikat yang menjadi alasan HEXA menaikkan harga jual alat beratnya.

HEXA pun berencana menekan margin per unit alat berat pada tahun ini. Maklumlah, sebagian besar alat berat yang dijual HEXA berasal dari Jepang. Imbasnya, HEXA memikul beban harga beli yang tinggi. "Margin per unit pasti berkurang. Kami akan menaikkan harga alat berat merek Hitachi 5%-10%," kata Sekretaris Perusahaan HEXA Heri Akhyar, belum lama ini.

Harga saham HEXA pada Jumat (28/1), turun 1,46% menjadi Rp 6.750 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×