kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.939   22,00   0,13%
  • IDX 9.057   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.255   -1,23   -0,10%
  • LQ45 889   -0,84   -0,09%
  • ISSI 330   -0,22   -0,07%
  • IDX30 453   0,15   0,03%
  • IDXHIDIV20 536   2,79   0,52%
  • IDX80 140   -0,20   -0,14%
  • IDXV30 148   1,10   0,75%
  • IDXQ30 145   0,18   0,13%

Kuartal III, jualan lahan industri DMAS naik 188%


Minggu, 01 November 2015 / 22:05 WIB
Kuartal III, jualan lahan industri DMAS naik 188%


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kinerja PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) kuartal III 2015 tumbuh ditopang oleh pertumbuhan penjualan lahan industri. Selama sembilan bulan pertama, emiten properti dan kawasan industri ini mencatat pendapatan dari lahan industri sebesar 1,66 triliun atau tumbuh 188% secara tahunan.

Penjualan lahan industri ini mampu mengimbangi penurunan pendapatan dari penjualan proyek komersial. Mengutip laporan keuangan DMAS, Minggu (1/11) penjualan komersial perseroan merosot tajam hingga 99% yoy dari Rp 692 miliar menjaid Rp 5 miliar. Penjualan lahan industri telah menyumbang 97,8% terhadap total pendapatan perseroan yang tercatat sebesar Rp 1,7 triliun.

Penjualan lahan industri ini diperoleh dari penjualan kepada perusahaan produsen ban PT Maxxis International Indonesia sebesar Rp 594,5 miliar. Seperti diketahui, Maxxis telah membeli lahan seluas 35 hektare (ha) di Kota Delta Mas untuk bangun pabri. Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan akan rampung pada semester I tahun depan.

Selain itu, DMAS juga menjual lahan seluas 30 ha kepada PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia senilai Rp 509,4 miliar dan pada PT Oji Indo Makmur Perkasa senilai Rp 179,9 miliar.

Adapun laba bersih DMAS kuartal III melonjak 49,5% secara yoy menjadi Rp 1,22 triliun. Selain ditopang oleh penjualan lahan industri, pertumbuhan laba bersih ini juga didukung oleh peningkatan keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 253 miliar. Padahal periode yang sama tahun 2014, perseroan masih mencatat rugi kurs Rp 7,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×