kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.799   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.189   57,61   0,71%
  • KOMPAS100 1.156   9,88   0,86%
  • LQ45 834   4,43   0,53%
  • ISSI 291   2,88   1,00%
  • IDX30 432   1,30   0,30%
  • IDXHIDIV20 517   -1,40   -0,27%
  • IDX80 129   1,12   0,88%
  • IDXV30 141   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 140   -0,22   -0,16%

Konversi bahan bakar, Vale Indonesia berhemat US$ 23 juta setahun


Rabu, 04 April 2018 / 20:00 WIB
Konversi bahan bakar, Vale Indonesia berhemat US$ 23 juta setahun
ILUSTRASI. Vale Indonesia


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas nikel merupakan hal yang tidak bisa dikontrol PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Demikian pula harga komoditas batubara dan minyak yang menjadi komponen utama operasional produksi INCO.

"Biaya energi itu sekitar 30% dari cash cost kami," ujar Direktur Keuangan INCO Febriany Eddy, Rabu (4/4).

Sepanjang 2017, beban pokok INCO tercatat US$ 622,78 juta. Dari jumlah itu, sebesar US$ 174,17 juta merupakan pengeluaran untuk bahan bakar minyak dan batubara.

Karena tidak bisa dikontrol, langkah efisiensi menjadi satu-satunya pilihan. Secara perlahan, INCO mulai beralih ke batubara sebagai bahan bakar utama.

Meski harga batubara tinggi, tapi perusahaan masih bisa mengakali hal itu dengan beberapa jaringan instalasi pengolahan bijih nikel yang disebut kiln. Sehingga, penggunaan batubara tetap lebih efisien dibandingkan minyak.

INCO berencana untuk memiliki lima kiln. Salah satunya sudah beroperasi pada tahun lalu. Strategi tersebut membuahkan hasil. "Kami bisa menghemat US$ 23 juta setahun," imbuh Febriany.

Bulan ini, percobaan operasional kiln kedua bakal dilakukan untuk kemudian ditargetkan bisa beroperasi penuh pada tahun ini. Sehingga, ke depan, kontrol efisiensi INCO makin kuat seiring dengan keberadaan kiln.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×