kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Vale Indonesia anggarkan capex US$ 95 juta pada 2018


Rabu, 04 April 2018 / 19:41 WIB
ILUSTRASI. Penambangan NIKEL Vale Indonesia Tbk INCO


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mulai mempersiapkan ekspansi organik pada tahun ini. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah belanja modal atau capital expenditure (capex) guna mendukung ekspansi tersebut.

"Anggaran tahun ini US$ 95 juta," ujar Direktur Keuangan INCO Febriany Eddy, Rabu (4/4).

Sejatinya, capex setara Rp 1,3 triliun itu hanya naik sekitar 5% dibandingkan anggaran tahun lalu, sebesar US$ 90 juta. Namun, jika dibandingkan realisasi serapan capex tahun lalu yang hanya US$ 68 juta, maka dana untuk investasi modal itu meningkat sekitar 40%.

INCO akan menggunakan kas internal sebagai sumber dana capex. "Pendanaan, kami tidak masalah," ujar Febriany.

Kas setara kas INCO hingga akhir 2017 mencapai US$ 221,69 juta. Angka itu naik 19% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 185,56 juta.

Sebagian besar capex tahun ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis. Sisanya, sekitar US$ 18 juta akan digunakan untuk perbaikan mesin produksi secara berkala.

Tahun ini, INCO menargetkan produksi nikel sebesar 77.800 ton, naik hanya sekitar 1% dibandingkan realisasi tahun lalu, 776.808 ton. Sayang, manajemen belum bisa memprediksikan perolehan pendapatan dan laba bersih tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×