Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsolidasi manajer investasi (MI) berpotensi membawa dampak terhadap likuiditas pasar saham. Di satu sisi, kapasitas dana yang lebih besar dapat memperdalam likuiditas.
Namun, apabila sejumlah MI menempatkan investasinya pada saham yang sama, konsentrasi transaksi berisiko memperbesar pergerakan harga.
Pengamat pasar modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, besarnya kapasitas dana MI dapat memberikan kontribusi terhadap likuiditas pasar.
Baca Juga: Ina Manajer Investasi Targetkan Dana Kelolaan Tembus Rp 1 Triliun
Meski demikian, keragaman strategi investasi tetap diperlukan untuk menghindari ketergantungan pasar pada keputusan sejumlah institusi besar.
“Dampak positifnya terhadap likuiditas pasar, MI besar mempunyai kapasitas dana yang lebih besar sehingga dapat memperdalam likuiditas pasar. Namun konsentrasi juga bisa menyebabkan crowded trades,” ujar Budi kepada Kontan, Senin (12/10/2026).
Budi menjelaskan, risiko crowded trades muncul ketika sejumlah MI membeli atau menjual saham yang sama.
Jika transaksi dilakukan secara bersamaan, tekanan permintaan maupun penawaran pada saham tersebut dapat meningkat dan memperbesar dampaknya terhadap harga.
“Ketika beberapa MI besar membeli atau menjual saham yang sama, dampaknya terhadap harga bisa menjadi lebih besar,” jelasnya.
Berdasarkan data Infovesta, dana kelolaan industri reksadana mencapai Rp 672,90 triliun per September 2026.
Baca Juga: Cuan Reksadana Saham Naik 3,6% di Agustus, Ini Racikan Manajer Investasi
Besarnya dana yang dikelola industri menjadi salah satu konteks untuk melihat peran MI dalam pasar modal, meskipun data dana kelolaan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya konsentrasi transaksi pada saham tertentu.
Menurut Budi, likuiditas pasar perlu ditopang oleh beragam investor dan strategi investasi agar tidak terpusat pada sejumlah institusi besar saja.
Kendati demikian, manfaat skala dari konsolidasi perlu diimbangi dengan struktur pasar yang tetap memiliki variasi strategi dan pelaku.
“Jadi konsolidasi bagus untuk skala, tetapi pasar tetap membutuhkan keragaman investor dan strategi investasi agar likuiditas tidak bergantung pada segelintir institusi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














