Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wacana konsolidasi industri menara telekomunikasi kembali menjadi perhatian investor. Penggabungan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berpotensi menjadi katalis pertumbuhan sektor tersebut.
Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Daniel Aditya Widjaja mengatakan, konsolidasi dapat menjadi peluang bagi industri menara setelah pertumbuhan permintaan menara dan penambahan penyewa atau tenant cenderung moderat dalam beberapa tahun terakhir.
Apabila merger terealisasi, entitas gabungan MTEL dan TBIG diperkirakan memiliki sekitar 65.800 menara dan 106.100 tenant. Rasio penyewaan menara atau tenancy ratio diperkirakan mencapai sekitar 1,61 kali.
Baca Juga: Saham Naik 50% Sepekan, Intip Profil Emiten NICE, Lini Bisnis, dan Kinerja Keuangan
Menurut Daniel, kedua perusahaan memiliki jaringan yang relatif saling melengkapi. MTEL lebih banyak memiliki aset di luar Jawa, sedangkan TBIG memiliki eksposur yang lebih besar di Jawa. Kondisi tersebut membuat potensi tumpang tindih aset setelah konsolidasi dinilai relatif terbatas.
"Kombinasi kedua perusahaan dinilai memiliki kecocokan karena MTEL lebih terkonsentrasi di luar Jawa, sementara TBIG memiliki eksposur lebih besar di Jawa," ujar Daniel dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).
Daniel menilai konsolidasi juga dapat memperkuat posisi tawar perusahaan menara dalam negosiasi perpanjangan kontrak sewa. Selain itu, peluang pertumbuhan dapat berasal dari siklus belanja modal jaringan generasi kelima atau 5G oleh operator telekomunikasi.
Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas masih mempertahankan pandangan Neutral terhadap sektor infrastruktur telekomunikasi. Hal ini mencerminkan prospek pertumbuhan yang masih perlu dicermati di tengah permintaan menara yang cenderung moderat.
Untuk saham, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk MTEL dengan target harga Rp 670 per saham. Sementara itu, TBIG memperoleh rekomendasi Trading Buy dengan target harga Rp 1.700 per saham.
Adapun PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) juga berpotensi mendapatkan dampak positif dari konsolidasi industri menara, meski tidak menanggung risiko integrasi secara langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














