kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Konflik Timur Tengah Masih Memanas, Harga Minyak Mentah Diproyeksi Terus Naik


Minggu, 22 Maret 2026 / 12:32 WIB
Konflik Timur Tengah Masih Memanas, Harga Minyak Mentah Diproyeksi Terus Naik
ILUSTRASI. Harga minyak WTI dan Brent melonjak tajam dalam sebulan. Analis memperingatkan inflasi global dan suku bunga tinggi bisa berlanjut (REUTERS/Edgar Su)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah dunia diproyeksi terus mengalami kenaikan seiring belum selesainya perang Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran.

Mengutip Trading Economics pada Minggu (22/3/2026), harga minyak mentah WTI berada di level US$ 98,23 per barel, naik 48,14% dalam sebulan. Harga minyak mentah Brent di level US$ 112,19 per barel, naik 56,93% dalam sebulan.

Analis Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga minyak mentah WTI dalam jangka pendek akan berada di level support US$ 93,3 per barel dan resistance di level US$ 107,1 per barel. Adapun minyak mentah Brent crude oil kemungkinan besar ditransaksikan di kisaran US$ 110 per barel sampai US$ 116 per barel.

“Jadi yang terlihat penguatan cukup tajam adalah Brent crude oil. Karena Iran salah satu penghasil Brent crude oil untuk bahan bakar avtur,” ucap Ibrahim, Minggu (22/3/2026).

Baca Juga: Harga Emas Antam Diproyeksi Bertahan di Bawah Rp 3 Juta, Tapi Masih Ada Peluang Naik

Ibrahim melihat kenaikan harga minyak mentah Brent berdampak terhadap transportasi penerbangan yang mengalami kenaikan cukup tajam. Kenaikan itu diproyeksikan akan berdampak terhadap inflasi.

Ibrahim menambahkan bahwa penguatan harga minyak terjadi karena masih memanasnya eskalasi di Timur Tengah. Iran disebut terus melakukan penyerangan terhadap fasilitas–fasilitas di Israel dan fasilitas AS di Timur Tengah.

“Ini kemungkinan besar membuat harga minyak akan terus mengalami kenaikan secara permanen, yang kemungkinan besar cukup lama kenaikannya,” kata Ibrahim.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga 4,75%, IHSG Berpeluang Rebound Terbatas

Ibrahim memperkirakan kenaikan harga minyak mentah tersebut akan membuat bank sentral utama global mempertahankan suku bunga.

Tercatat, Federal Reserve AS dan Bank of Canada pada hari Rabu memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap, begitu juga dengan Bank of Japan, Bank of England, European Central Bank (ECB), serta bank sentral Swiss dan Swedia pada hari Kamis. Bahkan, bank sentral Australia menaikkan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×