kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Konflik politik Jerman bebani pergerakan EUR/USD


Jumat, 29 Juni 2018 / 02:48 WIB
Konflik politik Jerman bebani pergerakan EUR/USD
ILUSTRASI. Uang euro Uni Eropa


Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan euro di hadapan dollar Amerika Serikat masih tertahan. Di tengah penguatan mata uang rival utamanya itu, euro juga diselimuti ancaman krisis politik di Jerman dan ketidakpastian dari KTT Uni Eropa yang tengah berlangsung.

Mengutip Bloomberg, Kamis (28/6) pukul 19.20 WIB, pasangan mata uang EUR/USD menguat tipis 0,2% ke posisi 1,1577. Dus, euro diproyeksi masih akan tertekan hingga akhir pekan ini.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti, menjelaskan, saat ini sentimen negatif bagi euro datang dari Jerman. Kanselir Jerman berpotensi kehilangan dukungan partai Uni Sosial Kristen (CSU), yang mengancam akan memberlakukan kontrol perbatasan kecuali jika tuntutan mereka mengurangi beban imigrasi Jerman terpenuhi.

"Kekhawatiran atas komplikasi politik di Jerman ini diperkirakan akan menjadi hambatan bagi kurs Euro untuk bisa kembali menguat pada perdagangan berikutnya," papar Puja, Kamis (28/6).

Di sisi lain, dollar AS justru kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump menunjukkan pendekatan yang lebih lunak terkait investasi China di perusahaan-perusahaan teknologi AS. Menurut Puja, hal tersebut menyokong dollar di tengah melorotnya yield obligasi US Treasuries dan saham-saham di Wall Street Kamis (28/6).

Pada Jumat (29/6) akan dirilis Unemployment Rate Jerman periode Juni yang diprediksi masih akan bertahan diangka 5,2%. Persentase yang tidak berubah ini akan berdampak negatif bagi poundsterling. Namun, ada juga rilis laju inflasi Zona Euro bulan Juni yang diprediksi meningkar jadi 2%. "Kalau sesuai ekspektasi, ini akan berdampak favorable bagi kurs euro," kata Puja.

Secara analisa teknikal grafik harian, indikator Moving Average Exponential (EMA) melebar dengan arah turun menunjukkan kondisi bearish bagi EUR/USD. Vortex Indicator (VI) dengan kondisi red over blue yang melebar juga menunjukkan lanjutan penurunan.

Selanjutnya, indikator True Strengh Indicator (TSI) berada di area -18 juga menunjukkan potensi koreksi. "Secara umum, EUR/USD masih berpotensi untuk lanjutkan koreksi pada perdagangan selanjutnya," pungkas Puja.

Puja memberi rekomendasi jual EUR/USD bila kurs pecah dibawah 1.1500. Proyeksinya, harga pasangan mata uang ini akan bergerak dalam rentang support di level 1.1454 - 1.1402 dan resistance 1.1553 - 1.1617.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×