kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.973   60,00   0,33%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Kondisi baik, INTP siap bangun dua pabrik


Rabu, 14 September 2016 / 07:01 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) bersiap membangun dua pabrik baru untuk menambah kapasitas produksinya. Namun, emiten ini masih menunggu kondisi pasar membaik untuk melanjutkan ekspansi itu.

Mengacu roadmap INTP hingga 2025, manajemen membidik produksi bertambah 5 juta–8 juta ton. Saat ini produksi INTP mencapai 24,9 juta ton, dengan beroperasinya pabrik di Citeureup berkapasitas 4,4 juta ton.

Untuk jangka panjang, INTP siap menggarap dua proyek greenfield berkapasitas 2,5 juta ton. Lokasi untuk satu pabrik sudah ditentukan, yaitu Jawa Tengah. Bakal lokasi satu pabrik lagi masih dikaji.

Sekretaris Perusahaan INTP Pigo Pramusakti mengatakan, untuk merealisasikan proyek itu masih menunggu kondisi pasar membaik dari saat ini. ”Apalagi saat ini masih oversupply,” kata dia kepada KONTAN, Jumat (9/9) lalu.

Pigo belum bisa memastikan realisasi proyek tersebut. Namun, jika pertumbuhan permintaan konsisten berada di level 7%, maka dalam tiga tahun mendatang permintaan bisa sebanding dengan pasokan. Maka itu, INTP harus berhitung lagi investasi itu cukup realistis atau tidak jika dilakukan tahun ini.

”Kami masih mengkaji, kapan investasi diwujudkan,” kata dia.

Kondisi pasar semen saat ini masih melambat dengan pertumbuhan permintaan di level 1,8% hingga 4%. Adapun ekspektasi produsen, pertumbuhan permintaan di atas 7%. Pembangunan pabrik semen diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun.

INTP sudah memiliki izin lingkungan untuk mendirikan pabrik di Pati, Jawa Tengah. Namun Pigo mengaku izin pendirian pabrik itu masih terhalang. ”Katanya mau kasasi, kami berproses saja,” kata Pigo. Untuk pabrik kedua, manajemen belum memutuskan lokasi persis.

Yang jelas, kata Pigo, wilayah Sumatra dan Sulawesi cukup prospektif. ”Proyek tol banyak di Sumatra dan Sulawesi,” kata Pigo.

Tahun ini, INTP mengalokasikan belanja modal Rp 2,3 triliun. Sebagian besar dana untuk membangun pabrik di Citeureup dengan nilai total investasi mencapai Rp 5,5 triliun. Harga INTP kemarin di posisi Rp 17.025 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×