kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.923   53,00   0,30%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Kisruh Obligasi Anak CPRO Masih Gelap


Jumat, 09 Juli 2010 / 15:09 WIB


Reporter: Ade Jun Firdaus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kisruh pelunasan obligasi anak PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO), Blue Ocean Resources, senilai US$ 325 juta masih gelap. Perusahaan tersebut ternyata belum memberikan penjelasan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Kepala Biro Penilai Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan mengaku belum menerima surat penjelasan dari CPRO terkait masalah itu. "Sampai hari ini, saya belum menerimanya," ujarnya, Jumat (9/7).

Padahal, Bapepam-LK telah melayangkan surat kepada CPRO agar segera kisruh surat utang itu. "Seingat saya, surat itu sudah kami kirim pada Jumat minggu lalu, atau awal pekan ini," ujarnya.

Sekedar mengingatkan, para pemegang obligasi dan Blue Ocean gagal mencapai kesepatan perihal restrukturisasi kegagalan pembayaran bunga obligasi sebesar US$ 17,88 juta pada 28 Desember 2009 silam. Gagal bayar ini terjadi menyusul ambruknya bisnis udang CPRO di tahun 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×