kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.000   -20,00   -0,11%
  • IDX 5.927   11,28   0,19%
  • KOMPAS100 772   1,24   0,16%
  • LQ45 586   1,66   0,28%
  • ISSI 204   -0,49   -0,24%
  • IDX30 332   0,87   0,26%
  • IDXHIDIV20 410   1,23   0,30%
  • IDX80 88   0,19   0,22%
  • IDXV30 111   0,20   0,18%
  • IDXQ30 107   0,15   0,14%

Kirana Megatara membidik laba naik dua kali lipat


Senin, 13 November 2017 / 19:10 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen remah karet PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) menargetkan pertumbuhan laba hingga lebih dari dua kali lipat di tahun ini. Kondisi harga karet yang baik di tahun ini membuat perusahaan optimistis bisa mencapai target tersebut.

Sekretaris Perusahaan KMTR Ferry Sidik mengatakan, pihaknya menargetkan laba sebesar Rp 500 miliar di tahun ini. "Sementara untuk pendapatan, diperkirakan tahun ini bisa mencapai Rp 11 triliun," ujarnya di Jakarta, Senin (13/11).

Jika dibandingkan perolehan pendapatan dan laba tahun 2016 lalu, Kirana tergolong optimistis. Tahun lalu, perusahaan yang baru melantai di bursa pada Juni 2017 ini hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp 7,69 triliun dengan laba Rp 204,62 miliar.

Optimisme ini, menurut Ferry, didukung oleh perbaikan harga karet di pasar. Sepanjang tahun ini, harga karet bergerak di kisaran level US$ 1,5 per kilogram (kg). Hal ini membuat Kirana Megatara bisa meningkatkan perolehan pendapatannya di tahun ini.

Selain karena faktor harga karet, volume produksi perusahaan ini pun juga cukup tinggi sehingga mereka yakin akan bisa mencapai target ini. "Hingga September 2017 lalu, produksi kami mencapai angka 400.000 ton," kata Ferry.

Untuk tahun depan, Ferry mengaku belum bisa membeberkan berapa target. Namun, ia berharap harga karet akan tetap stabil di level harga US$ 1,5 sampai US$ 2 per kilogram, sehingga bisa membuat pendapatan dan laba perusahaan tetap tumbuh di tahun 2018 mendatang.

Sebagai informasi, KMTR berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 71,33% year-on-year (yoy) menjadi Rp 9,46 triliun hingga akhir kuartal ketiga. Laba emiten ini tumbuh hampir tiga kali lipat ke angka Rp 391,09 miliar pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×