kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kioson menjaring transaksi daring


Sabtu, 14 Oktober 2017 / 11:43 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

Ke depan, KIOS berencana melebarkan sayap kemitraannya. Jasin menjelaskan, KIOS menargetkan jumlah mitra kerjasama bisa bertambah hingga 300.000 mitra di akhir 2018 nanti. Saat ini, KIOS memiliki jaringan hingga 19.000 mitra kios di ratusan kota di Indonesia.

Ekspansi KIOS

KIOS akan memulai ekspansi dari Aceh hingga Papua. Salah satu kota yang mereka lihat memiliki prospek bagus adalah Pematang Siantar di Sumatra Utara. Pasalnya, ada banyak toko dan UKM di kota tersebut, namun akses perbankan dan transportasi ke kota dan bank besar masih terbatas. Untuk tahun ini, KIOS berencana mendapatkan tambahan 500 toko.

Usai melakukan proses initial public offering (IPO), KIOS langsung menggunakan dana segar yang berhasil dihimpun untuk mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi. Jasin mengatakan, KIOS kini menggenggam hingga 99% saham Narindo.

Narindo dipilih karena manajemen melihat perusahaan tersebut bakal memperkuat bottom line KIOS. Apalagi Narindo memiliki bisnis agregator e-voucher yang dapat memperkuat posisi KIOS.

Melalu ekspansi ini, KIOS menargetkan pertumbuhan pendapatan di akhir tahun yang fantastis, yakni melonjak 1.900% atau Rp 500 miliar. "Akuisisi ini berperan strategis untuk memperkuat infrastruktur kami di daerah melalui aset yang sudah dimiliki Narindo," jelas Jasin.

Padahal dalam laporan keuangan yang mereka gunakan untuk mendaftar di BEI, per April 2017, KIOS masih menderita kerugian Rp 4,45 miliar. Sedangkan pendapatannya meningkat 445,97% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 25,96 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×