kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Kino membidik dana IPO Rp 869 miliar


Kamis, 26 November 2015 / 08:14 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk menetapkan harga saham initial public offering (IPO) senilai Rp 3.800 per saham. Harga itu di batas bawah dari rentang penawaran Rp 3.750-Rp 5.225 per saham. Kino menjual 228,57 juta saham baru setara 16% modal ditempatkan dan disetor penuh.

Jika IPO lancar, Kino akan mereguk dana segar Rp 868,65 miliar. Penawaran saham Kino sejak 10 November dan berakhir 20 November. "Saham ini diserap investor asing dan lokal," ujar Direktur Utama Kino Harry Sanusi, kepada KONTAN, Rabu (25/11).

Perusahaan konsumer tersebut akan menggunakan 27% dana IPO untuk mengakuisisi merek atau penyertaan modal di industri sejenis. Namun, Harry belum menyebut target akuisisi tersebut. Kemudian 50% dana IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex).

Adapun 23% dana IPO untuk modal kerja. Selain menjual saham IPO di dalam negeri, perusahaan menawarkan sahamnya di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Inggris.

Kino sudah menunjuk tiga penjamin emisi untuk IPO, yakni Deutsche Securities Indonesia, Credit Suisse Securities Indonesia dan Indo Premier Securities. Kino berharap mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 Desember 2015.

Usai IPO, pemegang saham mayoritas Kino, yakni PT Kino Investindo akan menggelar penawaran terbatas 57,14 juta saham atau setara 4% modal ditempatkan dan disetor penuh. Penawaran itu menargetkan investor utama, investor internasional jangka panjang, hedge funds dan wealth management.

Adapun pengalihan saham dilakukan melalui pasar sekunder. Saat ini, Kino Investindo menguasai 87,5% saham dan Harry Sanusi mengempit 12,5%. Pasca IPO, saham Kino Investindo akan menyusut menjadi 73,5% dan saham Harry Sanusi tergerus ke 10,5%.

Usai penawaran terbatas, saham Kino Investindo kembali berkurang menjadi 69,5%. Sehingga saham publik Kino naik menjadi 20%. Pada semester I 2015, Kino meraih laba Rp 141,33 miliar naik 181,3% (yoy). Sementara penjualan tumbuh 9,43% (yoy) menjadi Rp 1,74 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×