kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.896   -37,00   -0,21%
  • IDX 6.052   20,42   0,34%
  • KOMPAS100 780   5,03   0,65%
  • LQ45 598   4,69   0,79%
  • ISSI 211   -0,16   -0,07%
  • IDX30 333   2,61   0,79%
  • IDXHIDIV20 426   3,78   0,90%
  • IDX80 89   0,56   0,64%
  • IDXV30 116   0,74   0,64%
  • IDXQ30 109   0,93   0,87%

Kinerja Saham Bervaluasi Murah Berpeluang Pulih, Cermati Rekomendasi Analis


Jumat, 09 Oktober 2026 / 07:17 WIB
Kinerja Saham Bervaluasi Murah Berpeluang Pulih, Cermati Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Koreksi IDX Value30 dipicu arus keluar dana asing & tekanan makroekonomi. Meski begitu, saham bervaluasi murah masih berpeluang pulih hingga 2027. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan pasar saham mulai menekan saham-saham bervaluasi murah yang tergabung dalam indeks IDX Value30. Sejak awal 2026, indeks ini terkoreksi 16,93% secara year to date (YtD) hingga Kamis (8/10/2026).

Meski demikian, penurunannya masih lebih kecil dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 30,25% pada periode yang sama.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, koreksi IDX Value30 menunjukkan tekanan pasar tidak hanya menyasar saham bervaluasi tinggi, tetapi juga saham yang secara fundamental tergolong murah.

Baca Juga: Prospek Saham Kompas100 pada Agustus 2026, Ini Rekomendasi Analis

Menurut Nafan, pergerakan indeks dipengaruhi kombinasi kondisi makroekonomi, arus dana investor domestik dan asing, ekspektasi pertumbuhan laba, serta kinerja saham berkapitalisasi besar yang menjadi konstituennya.

Ketika investor cenderung menghindari risiko (risk-off), saham dengan rasio harga terhadap laba (PER) atau harga terhadap nilai buku (PBV) rendah tetap berpotensi terkoreksi karena investor lebih mengutamakan likuiditas dan keamanan.

Risiko lainnya adalah value trap, yakni kondisi ketika saham terlihat murah secara valuasi, tetapi tidak didukung pertumbuhan laba yang memadai. Meski begitu, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan daya tarik strategi investasi pada saham bernilai.

“Ini tidak berarti konsep value investing kehilangan daya tarik,” ujar Nafan, Kamis (8/10/2026).

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, tekanan terhadap saham-saham IDX Value30 lebih banyak dipicu arus dana keluar investor asing (foreign outflow), bukan perubahan valuasi atau fundamental emiten.

Baca Juga: Saham GOTO Rebound, Cermati Prospek dan Rekomendasi Analis

Dalam sebulan terakhir, aksi jual menyasar saham berkapitalisasi besar dan likuid, termasuk sektor perbankan dan komoditas yang memiliki bobot penting dalam indeks tersebut.

“Investor menjual saham yang paling likuid, bukan paling mahal,” ungkap Abida.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menambahkan, tekanan terhadap IHSG dan IDX Value30 menunjukkan pelemahan pasar bersifat luas.

Faktor makroekonomi, pelemahan rupiah, dan arus keluar dana asing turut menekan saham-saham sektor industri, energi, dan keuangan yang masuk dalam indeks.

Meski demikian, prospek saham-saham IDX Value30 hingga 2027 dinilai masih menarik, terutama jika rupiah stabil, suku bunga menurun, likuiditas membaik, dan pertumbuhan ekonomi pulih secara konsisten.

Baca Juga: Saham Valuasi Murah Mulai Bergairah

Saham dengan fundamental kuat, arus kas stabil, dan pembagian dividen berpotensi kembali diminati ketika investor mulai mengalihkan dana ke saham bervaluasi lebih murah.

Investor tetap perlu mencermati risiko pelemahan rupiah, berlanjutnya arus keluar dana asing, ketidakpastian kebijakan fiskal, tekanan harga komoditas, serta perlambatan ekonomi global.

Adrian menilai saham-saham IDX Value30 masih layak dipertimbangkan sebagai bagian inti portofolio defensif hingga 2027. Namun, potensi kenaikannya diperkirakan lebih bertahap dibandingkan saham bertumbuh (growth stocks) atau saham lapis dua ketika pasar mulai pulih.

Baca Juga: Prospek Saham Sektor Telekomunikasi Kian Menarik, Cek Rekomendasi Analis

Untuk strategi perdagangan jangka pendek, Adrian merekomendasikan beli saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 6.400 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×