Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menambahkan, tekanan terhadap IHSG dan IDX Value30 menunjukkan pelemahan pasar bersifat luas.
Faktor makroekonomi, pelemahan rupiah, dan arus keluar dana asing turut menekan saham-saham sektor industri, energi, dan keuangan yang masuk dalam indeks.
Meski demikian, prospek saham-saham IDX Value30 hingga 2027 dinilai masih menarik, terutama jika rupiah stabil, suku bunga menurun, likuiditas membaik, dan pertumbuhan ekonomi pulih secara konsisten.
Baca Juga: Saham Valuasi Murah Mulai Bergairah
Saham dengan fundamental kuat, arus kas stabil, dan pembagian dividen berpotensi kembali diminati ketika investor mulai mengalihkan dana ke saham bervaluasi lebih murah.
Investor tetap perlu mencermati risiko pelemahan rupiah, berlanjutnya arus keluar dana asing, ketidakpastian kebijakan fiskal, tekanan harga komoditas, serta perlambatan ekonomi global.
Adrian menilai saham-saham IDX Value30 masih layak dipertimbangkan sebagai bagian inti portofolio defensif hingga 2027. Namun, potensi kenaikannya diperkirakan lebih bertahap dibandingkan saham bertumbuh (growth stocks) atau saham lapis dua ketika pasar mulai pulih.
Baca Juga: Prospek Saham Sektor Telekomunikasi Kian Menarik, Cek Rekomendasi Analis
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, Adrian merekomendasikan beli saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 6.400 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














