kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Reksadana Saham Minus pada Februari, Begini Strategi MI Kelola Dana


Minggu, 05 Maret 2023 / 22:14 WIB
Kinerja Reksadana Saham Minus pada Februari, Begini Strategi MI Kelola Dana
ILUSTRASI. Pasar modal.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana saham pada bulan Februari 2023 tercatat negatif. Indeks kinerja reksadana Infovesta Equity Fund Index tercatat mendapat negative return sebesar -0,7% untuk bulan Febuari 2023.

“Sedangkan, IHSG mencatatkan negative return sebesar -0,28% untuk bulan Februari 2023,” kata Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani kepada Kontan, Jumat (3/3).

Portfolio Manager Star Asset Management Frederick Daniel Bili Tanggela mengatakan, pihaknya memiliki pandangan overweight terhadap saham dan Neutral-to-underweight terhadap bonds untuk periode semester 1 tahun 2023.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, BI Terus Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak

Sebab, secara historis, pasar saham cenderung memberikan return yang lebih baik dibandingkan pasar obligasi pada saat inflasi tinggi dan tren suku bunga mengalami kenaikan.

“Akan tetapi, kami tetap melakukan alokasi aset yang disesuaikan dengan mandat setiap reksadana,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (3/3).

Frederick menuturkan, total AUM Reksadana Saham STAR AM per 30 Desember 2022 adalah Rp 24 miliar.

“Diharapkan angka ini dapat bertumbuh lebih dari 700% di tahun 2023 melalui kinerja yang outperform, konsisten, dan perluasan channel distributor agen penjual reksadana,” tuturnya.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan, untuk menjaga kinerja positif di reksadana saham, pihaknya akan fokus ke saham Tactical atau Positional dan Alpha trades.

Baca Juga: Investor Semakin Cerdas, Kinerja Reksadana ESG Diprediksi Positif di Tahun 2023

Dengan menerapkan strategi tersebut, reksadana diharapkan dapat memanfaatkan potensi alpha dalam jangka pendek.

Namun, perubahan aset yang dilakukan tidak terlalu besar, karena reksadana saham masih berfokus pada core holding.

“Kami menempatkan dana lebih dari 80% di reksadana saham dan maksimum 20% pada kas dan setara. Hal ini juga telah diatur oleh OJK,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (3/3).

Menurut Reza, dana kelolaan alias Asset Under Management (AUM) HPAM secara keseluruhan di bulan Februari 2023 sebesar Rp 8,21 triliun.

“Perolehan itu turun dari bulan Januari 2023 yang sebesar Rp 8,4 triliun. HPAM menargetkan AUM di tahun 2023 sebesar Rp 10,2 triliun,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×