kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Kinerja Reksadana Rebound pada Agustus 2026, Begini Prospeknya hingga Akhir Tahun


Rabu, 02 September 2026 / 15:26 WIB
Kinerja Reksadana Rebound pada Agustus 2026, Begini Prospeknya hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Kinerja reksadana kembali mencatatkan penguatan pada Agustus 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana kembali mencatatkan penguatan pada Agustus 2026. Seluruh kategori reksadana membukukan return positif secara bulanan, sejalan dengan penguatan pasar saham dan sentimen positif di pasar domestik.

Berdasarkan data Infovesta sepanjang periode year-to-date (YtD) hingga 31 Agustus 2026, reksadana pasar uang mencatat rata-rata return tertinggi sebesar 2,73%. Sementara itu, reksadana pendapatan tetap membukukan return 0,07%.

Adapun reksadana campuran dan reksadana saham masih mencatat return masing-masing sebesar -4,88% dan -11,60% secara YtD.

Secara month-on-month (MoM) atau bulanan, reksadana saham mencatat penguatan rata-rata sebesar 3,60% pada Agustus 2026. Disusul reksadana campuran yang naik 2,71%, reksadana pendapatan tetap tumbuh 1,44%, dan reksadana pasar uang menguat 0,44%.

Baca Juga: Cek Prospek Semen Indonesia (SMGR) di Tengah Kenaikan Laba & Rencana Merger Internal

Penguatan kinerja reksadana tersebut sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 4,64% secara MoM pada Agustus 2026. Meski demikian, secara YtD IHSG masih mencatat return -24,53%.

Jika dilihat dari jajaran produk unggulan, 10 produk reksadana saham terbaik mencatat return -1,96% sampai 19,56% secara YtD per Agustus 2026. Secara bulanan, 10 produk tersebut membukukan return berkisar 7,15% sampai 13,51%.

Pada reksadana campuran, 10 produk terbaik mencatat return YtD sebesar 3,31% sampai 8,19%, dengan return bulanan berkisar 5,31% sampai 11,77%.

Sementara itu, 10 produk reksadana pendapatan tetap terbaik membukukan return 3,45% sampai 4,41% secara YtD dan 2,33% sampai 3,57% secara bulanan.

Adapun pada reksadana pasar uang, 10 produk terbaik mencatat return YtD berkisar 3,47% sampai 3,65%. Secara bulanan, return produk-produk tersebut berada di kisaran 0,56% sampai 1,55%.

Baca Juga: Bitcoin Gagal Bertahan di US$ 80.000, Investor Cermati Arah The Fed

Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, penguatan kinerja reksadana pada Agustus 2026 didorong oleh sejumlah sentimen positif dari pasar domestik.

Antara lain, "BI-Rate yang ditahan di 5,75% plus kepastian suksesi kepemimpinan BI, serta laba emiten semester I yang lebih baik dari ekspektasi," ujar Wawan kepada Kontan, Rabu (2/9/2026).

Wawan menambahkan, penguatan IHSG sebesar 4,64% pada Agustus turut menopang kinerja reksadana saham yang secara rata-rata naik 3,60%.

Untuk akhir tahun, Wawan memproyeksikan IHSG berpeluang menuju level 6.800 hingga 7.200. Proyeksi tersebut membuka peluang perbaikan kinerja reksadana berbasis saham.

Reksadana campuran yang saat ini mencatat return -4,88% secara YtD berpeluang kembali ke zona positif jika penguatan pasar berlanjut.

Baca Juga: Harga Emas Spot Diprediksi Masih Tertekan, Ini Level Supportnya

Sementara itu, peluang reksadana saham untuk membalikkan kinerja hingga akhir tahun masih lebih terbatas. Wawan menyebut, kenaikan yang dibutuhkan cukup besar dalam waktu yang tersisa.

"Reksa dana saham butuh kenaikan sekitar 13% dalam 4 bulan, lebih realistis mempersempit kerugian," ujar Wawan.

Dari sisi saham, Wawan melihat sektor perbankan berkapitalisasi besar, infrastruktur, telekomunikasi, dan konsumer berpotensi menjadi penggerak kinerja reksadana saham pada sisa tahun 2026.

Pada instrumen obligasi, SUN tenor menengah hingga panjang juga dinilai masih menarik. Pasalnya, yield SUN tenor 10 tahun yang berada di kisaran 7% masih berpeluang turun sehingga memberikan potensi capital gain selain kupon.

Strategi Investasi

Dengan prospek pasar yang masih berfluktuasi, strategi investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor. Wawan membagi alokasi reksadana ke dalam tiga profil risiko.

"Konservatif 70-80% di pasar uang dan pendapatan tetap. Moderat sekitar 40% pendapatan tetap, 30% pasar uang, 30% saham/campuran," ujar Wawan.

Sementara bagi investor agresif, porsi reksadana saham dapat dibuat lebih besar. Namun, Wawan menyarankan agar investasi dilakukan secara bertahap untuk mengantisipasi volatilitas pasar.

"Agresif boleh 50-60% saham namun masuk bertahap dengan cost averaging, karena volatilitas global dan politik domestik masih tinggi," katanya.

Dengan prospek penguatan pasar hingga akhir tahun, kinerja reksadana berpeluang turut membaik, meski investor tetap perlu mencermati volatilitas pasar dan menyesuaikan strategi investasinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×