kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Ada Potensi Perbaikan Kinerja, Simak Rekomendasi Saham Golden Energy Mines (GEMS)


Rabu, 04 Maret 2026 / 19:26 WIB
Ada Potensi Perbaikan Kinerja, Simak Rekomendasi Saham Golden Energy Mines (GEMS)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID- JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) berpeluang memulihkan kembali kinerja keuangannya pada 2026 seiring membaiknya pasar batubara.

Sebagaimana diketahui, kinerja keuangan GEMS cenderung lesu pada 2025. Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha GEMS turun 11,07% year on year (yoy) menjadi US$ 2,41 miliar pada 2025, dari sebelumnya yakni US$ 2,71 miliar.

Terdapat perubahan komposisi pendapatan usaha GEMS dari sisi area penjualan. Pada 2024 lalu, pendapatan usaha GEMS didominasi oleh penjualan luar negeri yakni US$ 1,77 miliar, namun kemudian pada 2025 jumlahnya menyusut menjadi hanya US$ 855,20 juta. Sebaliknya, penjualan dalam negeri GEMS meningkat dari sebelumnya US$ 931,14 juta pada 2024 menjadi US$ 1,56 miliar pada 2025.

Bersamaan dengan itu, GEMS mengalami koreksi laba bersih yang teratribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 45,50% yoy dari US$ 473,81 juta pada 2024 menjadi US$ 258,23 juta pada 2025.

Baca Juga: Cek Prospek dan Rekomendasi Saham Ancol (PJAA) Selama Momentum Libur Lebaran 2026

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, perbaikan harga batubara global yang kini ada di kisaran US$ 130 per ton akan menjadi katalis positif bagi kelangsungan usaha GEMS pada 2026. Pemulihan harga komoditas ini tentu bakal mengerek harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) GEMS sekaligus meningkatkan margin laba emiten Grup Sinar Mas tersebut.

Untuk itu, GEMS perlu lebih mengoptimalkan kemampuan produksi batubara agar volume penjualan tetap kuat sepanjang tahun ini. GEMS juga diharapkan dapat mengarahkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) secara agresif dan tepat sasaran.

"Capex GEMS harus benar-benar dimanfaatkan untuk investasi seperti membuka pit tambang baru dan perbaikan peralatan," imbuh dia, Rabu (4/3).

Lebih lanjut, GEMS juga berpeluang meningkatkan lagi kinerja penjualan batubara di pasar ekspor. Nafan melihat, India berpotensi menjadi pasar yang bisa dimaksimalkan oleh GEMS, mengingat permintaan batubara dari negara tersebut berpotensi meningkat pada kuartal II-2026.

"India harus membeli dan menyimpan stok batubara untuk kebutuhan musim panas supaya tidak lagi terjadi krisis listrik," kata dia.

Mengutip kembali dari laporan keuangan, India menempati posisi kedua sebagai negara tujuan ekspor penjualan batubara terbesar GEMS pada 2025 yakni senilai US$ 153,50 juta. Adapun mayoritas penjualan ekspor batubara GEMS ditujukan ke China senilai US$ 1,21 miliar.

Di sisi lain, GEMS mesti mewaspadai tantangan berupa biaya pengiriman batubara melalui angkutan kapal yang berpotensi melonjak. Pasalnya, konflik geopolitik di Timur Tengah telah mengganggu arus lalu lintas logistik energi, terutama di Selat Hormuz. Efek blokade Selat Hormuz tentu bisa menjalar ke seluruh ekosistem angkutan logistik dunia.

"Konflik geopolitik dapat meningkatkan biaya logistik yang terkait dengan disrupsi rantai pasok," jelas Nafan.

Lantas, Nafan merekomendasikan add saham GEMS dengan target harga di level Rp 8.850 per saham.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan wait and see saham GEMS dengan support di level Rp 8.250 per saham dan resistance di level Rp 8.500 per saham.

Baca Juga: Menilik Kepemilikan Saham Emiten Konglomerasi usai BEI Buka Data Hingga 1%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×