kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Kinerja INDF dan ICBP masih punya potensi meningkat, analis rekomendasikan beli


Senin, 30 November 2020 / 19:35 WIB
Kinerja INDF dan ICBP masih punya potensi meningkat, analis rekomendasikan beli
ILUSTRASI. Aneka rasa Indomie terbaru


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Grup Indofood mencatatkan kinerja yang apik sepanjang Januari hingga September 2020. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membukukan pertumbuhan baik dari sisi top line maupun bottom line. 

Mengutip laporan keuangan, INDF mengantongi pertumbuhan penjualan hingga 1,61% year on year (yoy) menjadi Rp 58,78 triliun. Peningkatan dari sisi penjualan itu mengerek laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 6,28% yoy menjadi Rp 3,75 triliun  dari sebelumnya Rp 3,53 triliun.  

Tidak jauh berbeda, ICBP juga membukukan pertumbuhan kinerja yang positif. Sepanjang Januari hingga September 2020, ICBP mengantongi penjualan hingga Rp 33,89 triliun atau naik 3,37% yoy. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat hingga 1,99% yoy menjadi Rp 3,96 triliun. 

Baca Juga: Bisnis Grup Indofood tetap bertumbuh di tengah tekanan pandemi covid-19

Analis Pilarmas Investinfo Sekuritas Okie Ardiastama mengamati, penjualan INDF masih ditopang dari kontribusi segmen consumers branded atau produk konsumen bermerek. Mengutip laporan keuangan INDF, segmen tersebut berkontribusi hingga Rp 33,72 triliun atau setara 57,35% dari total penjualan INDF. 

Menurut Okie, pangsa pasar yang kuat dari ICBP dinilai menjadi penopang pertumbuhan INDF. Asal tahu saja, mengutip dari laporan keuangan ICBP, mayoritas penjualan di berbagai pasar memang meningkat. Misalnya saja penjualan di pasar Timur Tengah yang naik signifikan 52,24% yoy menjadi Rp 3,04 triliun. 

Dibukukan juga, kenaikan penjualan di pasar Asia lainnya dan pasar lain-lain masing-masing 22,17% yoy dan 32,68% yoy, menjadi Rp 747,28 miliar dan Rp 954,01 miliar. Hanya penjualan di pasar Indonesia yang mengalami penurunan 1,04% yoy menjadi Rp 29,16 triliun.  

"Membaiknya daya beli masyarakat pada kuartal III diharapkan dapat berdampak hingga akhir tahun. Sehingga, pemulihan tersebut dapat menjadi trigger dari kinerja INDF maupun ICBP," ungkap Okie kepada Kontan.co.id. Senin (30/11). 

Baca Juga: Kinerja BBNI diperkirakan belum akan membaik pada sisa tahun ini, begini kata analis

Kendati punya peluang kinerjanya meningkat hingga akhir tahun ini, Okie menjelaskan volatilitas harga bahan baku dan nilai tukar menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Harapannya dengan membaiknya penawaran dan permintaan global dan rendahnya tekanan pada rupiah dapat memberikan dampak pada stabilitas harga bahan baku. 

"Saat ini kami merekomendasikan buy untuk INDF dan ICBP. INDF target harga 7.925 dan ICBP 11.800 hingga akhir tahun ini," imbuhnya. 

Tidak jauh berbeda, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji juga merekomendasikan akumulasi beli keduanya dengan target harga 8.375 untuk INDF dan 12.200 untuk ICBP. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×