kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Kinerja Imbal Hasil Unitlink Berbasis Saham Paling Positif per Februari 2026


Rabu, 11 Maret 2026 / 05:57 WIB
Kinerja Imbal Hasil Unitlink Berbasis Saham Paling Positif per Februari 2026
ILUSTRASI. Kinerja unitlink saham melonjak di awal tahun 2026


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Unitlink berbasis saham berhasil mencatatkan kinerja tertinggi di antara unitlink lainnya per Februari 2026. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham tercatat sebesar 3,06%.

Jika ditelaah lebih lanjut, unitlink berbasis campuran mencatatkan kinerja rata-rata return terbesar kedua per Februari 2026 sebesar 0,92%. 

Sementara itu, unitlink pasar uang rata-rata return-nya sebesar 0,48%, sedangkan rata-rata return unitlink berbasis pendapatan tetap sebesar 0,11% per Februari 2026. 

Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan positifnya kinerja unitlink saham tak terlepas dari rebound-nya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Juga: Saham BRMS Bangkit Setelah Turun Sebulan, Saatnya Beli / Jual?

"Betul, IHSG yang menunjukkan rebound diikuti perbaikan kinerja unitlink saham. Bahkan, kinerjanya melampaui IHSG pada Februari 2026," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (10/3/2026).

Usai terpuruk karena efek Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Januari 2026, Wawan menerangkan, memang kinerja unitlink saham sedikit di bawah reksadana konvensional secara ytd.

Namun, mengingat pemilihan isi portofolio unitlink sudah lebih transparan dan prudent, ketika saham-saham berbasis fundamental rebound pada Februari 2026, maka unitlink saham memiliki kinerja yang lebih baik juga.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan ada sejumlah faktor yang akan memengaruhi imbal hasil unitlink ke depan. Dia bilang salah satunya adalah prospek pasar modal yang masih tertekan krisis geopolítik di Iran dan penurunan outlook untuk rating Indonesia. Alhasil, kondisi itu bisa saja menambah risiko.

Namun, Wawan menyebut kondisi itu justru bisa menjadi kesempatan bagi nasabah unitlink yang baru masuk untuk mendapatkan yield lebih menarik. Sebab, Indonesia memiliki posisi yang cukup strategis di tengah krisis energi, terlebih memiliki cadangan batubara dan produksi sawit yang dapat dikonversi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×