Reporter: Alya Fathinah | Editor: Noverius Laoli
Dari sisi belanja modal, EXCL mengalokasikan sekitar Rp 15 triliun untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan kualitas layanan, sekaligus membuka peluang sinergi dari proses merger.
Namun, manajemen memperkirakan biaya integrasi masih akan membebani kinerja jangka pendek, dengan estimasi mencapai Rp 1 triliun sepanjang 2026.
Abida menambahkan, tantangan lain berasal dari kebutuhan belanja modal yang diperkirakan mencapai Rp 15 triliun hingga Rp 20 triliun, yang berpotensi menekan arus kas bebas menjadi negatif.
Baca Juga: XLSmart Telecom (EXCL) Catat Rugi Bersih Rp 2,6 Triliun per September 2025
Selain itu, persaingan harga dari PT Indosat Tbk yang agresif di segmen premium juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan.
Dari sisi rekomendasi, Abida merekomendasikan buy untuk EXCL dengan target harga Rp 3.500 per saham. Sementara Aditya merekomendasikan hold dengan target harga Rp 3.100 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













