kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

OJK–Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Kekayaan Intelektual Dibidik Jadi Kelas Aset Baru


Selasa, 14 April 2026 / 21:24 WIB
OJK–Ekraf Perkuat Kolaborasi Web3, Kekayaan Intelektual Dibidik Jadi Kelas Aset Baru
ILUSTRASI. OJK bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3 guna mendorong sektor ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan strategis kedua lembaga di Kantor Ekraf, Jakarta, Selasa (14/4/2026). 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi kekayaan intelektual (intellectual property/IP) Indonesia menjadi kelas aset baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan OJK akan terus mendukung pengembangan inovasi teknologi sektor keuangan melalui sinergi dengan Ekraf.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, Ditopang Harapan De-Eskalasi Timur Tengah

“Kolaborasi antara OJK dan Ekraf mencerminkan sinergi strategis yang berkelanjutan dalam mendorong terciptanya inovasi baru di sektor keuangan digital,” ujar Adi dalam keterangan resmi, Selasa (14/4).

Ia menjelaskan, implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, seperti Infinity Hackathon OJK–Ekraf 2025 dan Infinity Accelerator 2026. Program hackathon tersebut telah menghasilkan berbagai solusi inovatif berbasis Web3, terutama di bidang pembiayaan, transparansi, dan perlindungan karya kreatif.

Adapun, Infinity Accelerator 2026 mengusung tema Unlocking Indonesia’s Intellectual Property as a New Asset Class. Program ini diarahkan untuk mendorong transformasi kekayaan intelektual menjadi aset yang terverifikasi, terdigitalisasi, dan layak investasi.

Selain itu, program tersebut juga menjembatani pemanfaatan teknologi blockchain dengan kebijakan sektor keuangan guna menciptakan pasar kekayaan intelektual yang lebih likuid dan kredibel.

“Melalui kesinambungan program Infinity Hackathon dan Infinity Accelerator, OJK berkomitmen memperkuat ekosistem inovasi berbasis Web3 dan blockchain guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing,” kata Adi.

Baca Juga: OJK Rilis Dua Roadmap Derivatif dan Pasar Modal Tahun 2026-2030

Hal senada disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Menurutnya, transformasi kekayaan intelektual menjadi kelas aset baru merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan OJK, kami ingin memastikan inovasi berbasis Web3 tidak hanya berkembang secara teknologi, tetapi juga didukung kerangka regulasi yang kuat, sehingga memberi manfaat nyata bagi kreator,” ujar Riefky.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan terkait teknologi blockchain, aset kripto, serta model pembiayaan digital di sektor ekonomi kreatif.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekosistem ekonomi kreatif menuju era digital yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing global, sekaligus membuka peluang baru dalam pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK Djoko Kurnijanto dan Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Ekraf Muhammad Neil El Himam serta perwakilan startup peserta program Infinity Hackathon dan Infinity Accelerator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×