Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berpeluang membaik pada paruh kedua 2026. Momentum belanja pada kuartal III dan IV, peluncuran smartphone flagship, serta pertumbuhan bisnis gaya hidup dan otomotif menjadi sejumlah katalis yang dapat menopang kinerja perseroan.
Di tengah prospek tersebut, ERAA juga menyiapkan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, buyback dilakukan pada 4 September hingga 4 Desember 2026. ERAA menyiapkan dana internal untuk membeli kembali maksimal 797,5 juta saham atau setara 5% dari modal disetor.
Baca Juga: Asing Mulai Re-entry ke Pasar Saham, Intip Rekomendasi Saham yang Menarik Dicermati
Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi mengatakan, prospek ERAA juga perlu dilihat dari kondisi daya beli konsumen yang menjadi target pasarnya.
"Permintaan musiman smartphone dan kampanye multi-brand secara historis positif karena seasonality retail di Indonesia biasanya kuat pada kuartal III-kuartal IV," kata Wafi kepada Kontan, Senin (7/9/2026).
Namun, Wafi menyebut besarnya pertumbuhan penjualan tetap bergantung pada ketahanan daya beli. Di sisi lain, ERAA memiliki basis konsumen yang relatif lebih tahan terhadap tekanan daya beli karena menyasar produk smartphone premium dan gaya hidup.
Katalis lainnya berasal dari potensi peluncuran sejumlah smartphone flagship pada kuartal III dan IV yang dapat mendorong siklus upgrade. Jika Bank Indonesia memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish, pemulihan daya beli juga dapat menjadi sentimen positif bagi ERAA.
Sebaliknya, volatilitas rupiah menjadi salah satu risiko karena bisnis elektronik memiliki ketergantungan tinggi terhadap produk impor. Persaingan e-commerce yang semakin agresif juga menjadi tekanan struktural bagi bisnis ritel konvensional ERAA.
Dari sisi kinerja, ERAA membukukan pendapatan sebesar Rp 42,90 triliun pada semester I 2026, tumbuh 22% secara tahunan. Laba bersih perseroan juga meningkat 38% secara tahunan menjadi Rp 784 miliar.
Analis Phintraco Sekuritas, Vinna N. Rachmawati mengatakan, pertumbuhan tersebut masih memberikan ruang bagi ERAA untuk menangkap momentum permintaan pada kuartal III 2026.
"ERAA diperkirakan dapat menangkap permintaan musiman terhadap perangkat premium, smartphone, dan produk gaya hidup pada 3Q26 melalui sejumlah kampanye seperti iBox Anniversary, Erafone Festival Belanja, dan Urban Republic Festival," ujar Vinna dalam riset 30 Juli 2026.
Diversifikasi bisnis juga menjadi penopang pertumbuhan ERAA. Pada semester I 2026, pendapatan Phones & Tablets mencapai Rp 32,45 triliun atau tumbuh 17% secara tahunan. Sementara itu, Computers & Consumer Electronics tumbuh 81% menjadi Rp 2,40 triliun.
Baca Juga: Landbank Menipis, Puradelta Lestari (DMAS) Belum Mau Akuisisi di Waktu Dekat
Pertumbuhan paling tinggi dicatatkan segmen Active Goods & Lifestyle yang melonjak 245% secara tahunan menjadi Rp 1,74 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).
Ekspansi jaringan turut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan. Sepanjang semester I 2026, ERAA membuka 276 toko dan menutup 103 toko, sehingga terdapat penambahan bersih 173 toko. Total jaringan ritel perseroan mencapai 2.506 toko hingga Juni 2026.
Di sisi ERAL, same-store sales growth (SSSG) tercatat 8,8% dan pendapatan tumbuh 41% secara tahunan, dengan dukungan dari bisnis XPENG, Urban Republic dan JD Sports. Vinna juga menyebut ekspansi XPENG di Indonesia serta kemitraan baru dengan Levi's yang mencakup 21 toko dapat menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan bisnis gaya hidup.
Sementara itu, Analis Ciptadana Sekuritas Asia Alif Ihsanario menyebut diversifikasi bisnis mulai menopang kinerja ERAA. Dalam riset 29 Juli 2026, Ciptadana mencatat laba bersih semester I 2026 tumbuh 38% menjadi Rp 784 miliar atau telah mencapai 68% dari estimasi 2026F. Pada kuartal II, Automotive, Fashion Apparel, dan Erablue masing-masing mencatat pertumbuhan pendapatan secara kuartalan sebesar 80%, 19%, dan 33%.
Alif mengatakan, kombinasi pertumbuhan antarsegmen dapat menjaga momentum kinerja ERAA pada paruh kedua tahun ini.
"Ke depan, kami melihat pembentukan segmen bisnis tersebut memungkinkan ERAA kembali membukukan serangkaian hasil yang solid dan bersinergi pada 2H26, di atas kinerja 1H26," ujar Alif dalam risetnya.
Ciptadana juga memperkirakan potensi kenaikan harga smartphone belum tentu menjadi tekanan besar bagi ERAA. Kenaikan harga iPhone 18 versi dasar hingga US$ 300 akibat meningkatnya harga memori dan penggunaan chip A20 2nm memang berpotensi menekan volume penjualan.
Tekanan dari kenaikan harga smartphone berpeluang diimbangi bisnis dengan margin lebih tinggi. GPM Erablue mencapai 11,1% pada kuartal II 2026, Fashion Apparel sekitar 40%, sedangkan Automotive pulih menjadi 10% dari 8,5%.
Dengan mempertimbangkan kenaikan ASP perangkat seluler dan profitabilitas konsolidasi, Ciptadana menaikkan estimasi laba bersih ERAA 2026F sebesar 28% menjadi Rp 1,47 triliun dan 2027F sebesar 27,4% menjadi Rp 1,93 triliun. Ciptadana mempertahankan rekomendasi BUY dan menaikkan target harga menjadi Rp510 per saham, berdasarkan P/E 2026F sebesar 5,5 kali.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp 565 per saham. Adapun Samuel Sekuritas sebelumnya memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 500 per saham.
Ketiga riset tersebut sama-sama membuka ruang penguatan kinerja ERAA pada paruh kedua 2026. Katalisnya antara lain momentum peluncuran produk, diversifikasi bisnis, ekspansi jaringan, serta meningkatnya kontribusi segmen dengan margin lebih tinggi.
Di sisi lain, sejumlah risiko tetap perlu dicermati, mulai dari pelemahan daya beli, volatilitas rupiah, persaingan e-commerce, hingga potensi pelemahan permintaan iPhone dan kinerja Automotive yang di bawah ekspektasi.
Baca Juga: ICX Proyeksikan Penghimpunan Dana Bisa Tumbuh 243% hingga Akhir Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














