kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.660   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.628   -8,38   -0,13%
  • KOMPAS100 866   -0,53   -0,06%
  • LQ45 657   -0,85   -0,13%
  • ISSI 231   0,73   0,32%
  • IDX30 367   -0,43   -0,12%
  • IDXHIDIV20 455   0,20   0,04%
  • IDX80 99   0,03   0,03%
  • IDXV30 126   0,66   0,53%
  • IDXQ30 118   -0,10   -0,08%

Landbank Menipis, Puradelta Lestari (DMAS) Belum Mau Akuisisi di Waktu Dekat


Senin, 07 September 2026 / 14:10 WIB
Landbank Menipis, Puradelta Lestari (DMAS) Belum Mau Akuisisi di Waktu Dekat
ILUSTRASI. Puradelta Lestari (DMAS) (Dok/DMAS)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengaku belum berencana melakukan akuisisi lahan dalam waktu dekat meskipun cadangannya mulai menipis.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto mengatakan, permintaan lahan industri untuk fasilitas data center masih sangat tinggi.

Di saat bersamaan, cadangan lahan industri tampak menipis dan menjadi tantangan bagi DMAS. Namun, DMAS mengaku masih memiliki cadangan lahan lain, seperti kawasan komersial.

”Jika memungkinkan, (penyedia) data center juga dapat membeli lahan tersebut. Sehingga, masih tersedia kesempatan yang sangat luas bagi data center untuk masuk ke DMAS,” ujarnya dalam Public Expose Live DMAS, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Samuel Sekuritas Tambah Saham FILM Lewat Transaksi Repo Senilai Rp 102 Miliar

Meskipun begitu, bukan berarti DMAS sepenuhnya tak berencana melakukan akuisisi lahan. 

Ini mengingat cadangan kas dan setara kas perseroan sebesar Rp 2,08 triliun per Juni 2026. Selain itu, DMAS saat ini juga tak memiliki pinjaman finansial.

“Kesempatan itu sedang kita usahakan agar dapat direalisasikan, tetapi kelihatannya belum ada aksi korporasi mengenai landbank dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Tingginya minat industri data center tercermin dari total permintaan lahan industri di Kota Deltamas yang telah mencapai sekitar 85 hektare hingga pertengahan 2026. Sekitar 75% dari permintaan tersebut berasal dari pelaku industri data center.

“Mengenai negara (asal investor), ada dari Asia, AS, dan domestik,” tuturnya.

Sebagai gambaran, DMAS masih memiliki cadangan lahan dengan luasan total sebesar 581 hektare. Ini terdiri atas sektor industri yaitu sebesar 60 hektare, sektor komersial sebesar 357 hektare, dan sektor hunian sebesar 164 hektare. 

Pada beberapa tahun terakhir, DMAS telah mengembangkan sebuah zona industri baru dengan luas sekitar 300 hektare yang dinamakan Zona Data Center. 

Sudah bergabung kurang lebih 16 tenant data center, baik dari lokal maupun internasional, yang keseluruhannya merupakan data center tier 4.

Department Head of Investor Relations & Corporate Sustainability DMAS, Esther Meilia Natanael menambahkan, fasilitas data center yang ada di kawasan Deltamas cukup premium.

Pertama, pasokan listrik yang saat ini sampai dengan 1000 megavolt ampere. Kedua, instalasi fiber optic yang bisa di-subscribe sampai dengan 12 ISP yang berbeda.

Ketiga, ketersediaan air, baik air bersih, air daur ulang, hingga limbah cair. DMAS juga memiliki internal water management di kawasan tersebut. 

Terakhir, sistem keamanan terintegrasi dan komprehensif yang sudah beroperasi sejak sekitar dua tahun lalu.

“Ini bertugas untuk memberikan keamanan dan pengawasan di area sekitar Deltamas, khususnya area data center,” paparnya.

Baca Juga: BEI Tetapkan TBS Energi (TOBA) sebagai Green Equity Transition

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×