kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kinerja Emiten Kawasan Industri Diproyeksi Positif, Cermati Saham Rekomendasi Analis


Rabu, 22 Oktober 2025 / 19:23 WIB
Kinerja Emiten Kawasan Industri Diproyeksi Positif, Cermati Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Pekerja mengoperasikan alat berat saat menyelesaikan proyek pembagunan Subang Smartpolitan tahap pertama di kawasan Rebana Metropolitan, Subang, Jawa Barat, Selasa (29/3/2022). Kinerja emiten kawasan industri diproyeksikan bakal tersengat positif dari realisasi investasi nasional per kuartal III 2025.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

DMAS dinilai paling defensif dengan landbank besar, stabil, serta menjadi pilihan utama tenant otomotif dan data center. KIJA dinilai punya momentum pemulihan. 

“Sementara, SSIA memiliki prospek besar dari Subang Smartpolitan dengan katalis EV dengan data center bisa mendorong lonjakan penjualan, meskipun lebih volatil,” paparnya.

Sayangnya, Arinda dan Liza belum memberikan rekomendasi untuk emiten properti kawasan industri.

Baca Juga: Strategi Emiten Kawasan Industri Menggali Potensi Investasi pada Semester II-2025

Analis Trimegah Sekuritas Indonesia Alberto Jonas Kusuma dan Kharel Jonas Kusuma melihat, SSIA memiliki cadangan lahan yang besar, sekitar 2.700 hektare di Subang. 

“SSIA juga menjadi penerima manfaat dari pengembangan Pelabuhan Patimban dan ada monetisasi utilitas di masa depan usai penyewa utama mulai beroperasi,” ungkapnya dalam riset tertanggal 7 Oktober 2025.

Namun, SSIA memiliki risiko jika realisasi penjualan tanah lebih rendah dari perkiraan, serah terima tanah lebih lambat dari perkiraan, serta pencapaian kontrak baru lebih rendah dari perkiraan.

Alberto pun merekomendasikan beli untuk SSIA dengan target harga Rp 3.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×