kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.775   79,45   1,40%
  • KOMPAS100 750   14,60   1,99%
  • LQ45 568   11,68   2,10%
  • ISSI 200   1,37   0,69%
  • IDX30 322   6,62   2,10%
  • IDXHIDIV20 396   7,70   1,98%
  • IDX80 85   1,64   1,97%
  • IDXV30 108   1,57   1,48%
  • IDXQ30 104   1,76   1,73%

Kinerja emiten batubara di kuartal I belum terdampak signifikan pandemi corona


Selasa, 05 Mei 2020 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Suasana penambangan batubara menggunakan bucket wheel escavator di lokasi penambangan batubara PT. Bukit Asam (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (20/5). Kinerja emiten batubara dikuartal I belum terdampak signifikan pandemi corona. KONTAN/Hendra Su


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

Meski demikian, Hadis masih memberi sinyal belum ada perubahan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex). “Saat ini kami sedang melakukan kalkulasi ulang terhadap rencana produksi dan penjualan tahun 2020 ini dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul akibat dari semakin meningkatnya penyebaran wabah Covid-19 ini. Namun untuk capex kemungkinan cenderung tidak berubah,” sambung dia.

Sebagai gambaran, awalnya PTBA merencanakan produksi batubara sebesar 30,3 juta ton hingga akhir 2020 atau naik 4% dari realisasi tahun sebelumnya. Target angkutan pada 2020 ditargetkan menjadi 27,5 juta ton atau meningkat 13% dari realisasi angkutan kereta api tahun lalu.

Baca Juga: Siap-siap, pemegang saham Indo Tambangraya (ITMG) bakal ketiban berkah dividen

Sedangkan untuk volume penjualan batubara,tahun ini PTBA menargetkan untuk menjual 29,9 juta ton, yang terdiri dari penjualan batubara domestik sebesar 21,7 juta ton dan penjualan batubara ekspor sebesar 8,2 juta ton. Jumlah ini meningkat 8% dari realisasi penjualan batubara pada akhir 2019.

Untuk tahun 2020, PTBA menganggarkan capex sebesar Rp4,0 triliun. Sebanyak Rp3,8 triliun untuk investasi pengembangan dan Rp228,9 miliar untuk investasi rutin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×