kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kinerja diproyeksikan meningkat, ini rekomendasi analis untuk Japfa Compfeed


Senin, 04 Juni 2018 / 20:18 WIB
Kinerja diproyeksikan meningkat, ini rekomendasi analis untuk Japfa Compfeed
ILUSTRASI. Proses pemotongan ayam di PT. Ciomas Adisatwa (JAPFA Group)

Berita Terkait

Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) meraih kinerja positif sepanjang kuartal I-2018 lalu. Analis pun menilai kinerja emiten tersebut masih bisa meningkat hingga akhir tahun.

Sebagai catatan, pendapatan JPFA naik 18,7% secara year on year (yoy) menjadi Rp 7,86 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Di periode yang sama, laba bersih emiten poultry dan pakan ternak ini meroket hingga 490,6% yoy menjadi Rp 433 miliar.


Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Fahressi Fahalmesta mengaku, peluang peningkatan kinerja bagi JPFA masih terbuka lebar. Hal ini mengingat di kuartal II-2018 terdapat momen Ramadan dan Lebaran yang dinilai akan menguntungkan emiten di sektor peternakan seperti JPFA.

Pada saat itu, konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan sapi meningkat. Harga kedua jenis daging tersebut juga ikut menanjak, bahkan sebelum momen Ramadan berlangsung.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Mimi Halimin bilang, keberadaan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 58/2018 akan membantu kinerja JPFA selama melewati periode Ramadan dan Lebaran. Dalam peraturan tersebut, pemerintah menetapkan harga telur ayam broiler dan daging ada di kisaran Rp 17.000 per kilogram untuk batas bawah dan Rp 19.000 kilogram untuk batas atas.

“Meskipun lebih rendah dibandingkan harga di bulan April, kami menilai peraturan tersebut akan membuat harga ayam broiler dan telur lebih stabil di masa depan,” ungkap Mimi dalam riset 22 Mei.

Dia pun optimistis kinerja JPFA akan terus berada di level yang positif hingga akhir tahun. Ia memprediksi, pendapatan emiten yang tercatat di bursa sejak 1989 tersebut akan naik 11,6% menjadi Rp 33,03 triliun di akhir tahun nanti. Sedangkan laba bersih Japfa diramal meningkat 78,7% menjadi Rp 1,77 triliun.

Menurut dia, salah satu potensi risiko bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja JPFA di tahun ini adalah tren kenaikan harga bungkil kedelai. Bungkil kedelai adalah bahan baku untuk pakan ternak selain jagung.

Namun, Fahressi berpendapat bahwa dampak tren kenaikan harga bungkil kedelai tidak terlalu signifikan bagi kinerja JPFA. Pasalnya, porsi bungkil kedelai sebagai bahan baku tidak sebesar jagung.

Bertoni Rio, Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia yakin prospek JPFA secara jangka panjang masih cukup baik. Terlebih lagi, emiten tersebut telah mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 2,5 triliun pada tahun ini.

Dana sebesar itu rencananya akan digunakan untuk memodernisasi kandang untuk lini bisnis pembibitan ayam hingga ekspansi pabrik pakan di Medan, Sumatra Utara. “Perbaikan kandang dan pembangunan pabrik pakan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku JPFA sehingga tidak terlalu bergantung pada pemasok,” kata Bertoni, Senin (4/6).

Bertoni pun merekomendasikan beli saham JPFA pada target Rp 1.800 per saham. Senada, Fahressi menyarankan beli saham JPFA dengan target Rp 1.910 per saham. Mimi merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp 1.820 per saham. Hari ini, harga saham JPFA berada di Rp 1.605 per saham.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×