Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berpotensi mencatat kinerja lebih baik sepanjang tahun 2026 berjalan.
Hal ini sudah tercermin dari tren penguatan harga saham AMMN dalam beberapa waktu terakhir.
Sejak awal tahun, harga saham AMMN sebenarnya melorot 41,32% year to date (ytd) ke level Rp 3.770 per saham hingga Selasa (23/6/2026). Namun, dalam sebulan terakhir, harga saham AMMN mampu melesat 30%.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, apresiasi harga saham AMMN disebabkan oleh kuatnya pengaruh kenaikan harga tembaga dunia seiring masifnya kebutuhan komoditas tersebut sebagai komponen kendaraan listrik dan data center.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham MIDI, MAPA, MAPI dan ACES untuk Perdagangan Senin (22/6)
AMMN juga terpapar oleh sentimen positif dari kenaikan harga emas dunia sebagai aset safe haven.
Mengutip Trading Economics, harga tembaga tumbuh 25,91% year on year (yoy) ke level US$ 6,15 per pound pada Selasa (23/6) pukul 18.55 WIB. Harga emas dunia juga telah meningkat 24,03% yoy dalam setahun terakhir ke level US$ 4.123 per ons troi.
“Karena AMMN memiliki spesialisasi komoditas tembaga dan emas dengan kadar bijih yang tinggi, leverage mereka terhadap kenaikan harga komoditas global sangat sensitif,” ujar dia, Selasa (23/6).
Kenaikan harga tembaga dan emas tadi juga terefleksikan pada kinerja fundamental AMMN.
Dalam berita sebelumnya, penjualan bersih AMMN pada kuartal I-2026 mencapai US$ 808 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 2 juta.
Hal ini turut ditopang oleh peningkatan kemampuan untuk menjual konsentrat dan ramp-up smelter yang berjalan stabil.
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Golden Energy (GEMS) yang Kinerja Turun di Kuartal I-2026
AMMN juga mampu membalikkan posisi rugi bersih dari US$ 138 juta pada kuartal I-2025 menjadi laba bersih US$ 163 juta pada kuartal I-2026 yang mencerminkan margin laba bersih 20%.
Manajemen AMMN memperkirakan produksi sebesar 900.000 metrik ton konsentrat yang mengandung 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons troi emas pada 2026.
Dari total produksi konsentrat tersebut, sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat akan diproduksi dari pabrik konsentrator yang sudah ada, sementara sisanya sebesar 400.000 metrik ton kering akan berasal dari pabrik konsentrator yang baru, tergantung pada kemajuan proses komisioning yang ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Pada saat yang sama, AMMN juga sedang berada di fase akhir pengujian jaminan kinerja untuk smelter tembaga dan pemurnian logam mulia (Precious Metal Refinery) yang ditargetkan rampung pada Juli 2026.














