kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kimia Farma (KAEF) bidik pertumbuhan dobel digit pada kuartal I 2020


Rabu, 04 Maret 2020 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir didampingi Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Verdi Budiawan memantau ketersediaan masker dan antiseptik di salah satu apotek Kimia Farma, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Noverius Laoli

Perseroan sendiri selama ini bergantung pada pasokan bahan baku obat dari China. Menurut Verdi porsi bahan baku obat impor dari China bisa mencapai 60% dari konsumsi bahan baku perseroan.

Oleh karenanya, perseroan telah mengambil ancang-ancang untuk mengalihkan pasokan kebutuhan bahan baku ke beberapa negara lain seperti misalnya Korea Selatan, India, dan negara-negara di Eropa.

Baca Juga: Sejumlah emiten BUMN farmasi lakukan natural hedging menghalau pelemahan rupiah

Hingga tutup tahun nanti, perseroan berencana memperkuat jaringan distribusi perseroan dengan meningkatkan kapasitas gudang, serta membangun pusat distribusi nasional dan regional. Selain itu, perseroan juga berencana memperkuat operasional retail farmasi dan meningkatkan kapasitas produksi untuk lini kosmetik.

Untuk membayai sejumlah agenda di atas, perseroan akan mengganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,9 triliun. Sumber pendanaan akan diperoleh baik dari kas internal maupun sumber eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×