kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Khawatiran permintaan turun, harga minyak mentah tersungkur


Kamis, 14 Juli 2011 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Pialang saham mengamati pergerakan saham di MNC Sekuritas Jakarta, Kamis (1/10).


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

SINGAPURA. Harga minyak mentah tersungkur, setelah menguat pada dua hari sebelumnya. Sentimen negatif yang datang dari Moody's untuk mengkaji peringkat utang AS dan akan segera dipangkas dari level AAA membuat harga minyak mentah terpangkas.

Hal ini rupanya meningkatkan spekulasi pasar bahwa perekonomian AS akan melambat dan bakal membuat permintaan minyak mentah menurun.

Kontrak minyak pengiriman Agustus 2011 turun 51 sen ke level US$ 97,54 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 13:28 waktu setempat, harga minyak mentah berada di level US$ 97,72 per barel.

Harga kontrak minyak, kemarin (13/7), juga telah menguat 62 sen ke posisi US$ 98,05 per barel. Ini menjadi harga tertingginya sejak 7 Juli 2011.

Untuk kontrak pengiriman minyak brent di bulan Agustus 2011, harganya telah turun 38 sen ke level US$ 118,40 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×