kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.274   39,33   0,63%
  • KOMPAS100 823   4,67   0,57%
  • LQ45 627   3,32   0,53%
  • ISSI 217   0,90   0,42%
  • IDX30 352   2,21   0,63%
  • IDXHIDIV20 432   1,89   0,44%
  • IDX80 94   0,47   0,50%
  • IDXV30 119   0,40   0,33%
  • IDXQ30 112   0,47   0,42%

Ketidakpastian berlanjut, bursa Asia merah lagi


Selasa, 28 Juni 2016 / 08:34 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Pasca reli pada transaksi Senin (27/6) kemarin, pagi ini, bursa Asia kembali memerah.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.05 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tergerus 0,9% menjadi 124,66. Sementara itu, indeks Topix Jepang tertekan 1,6% setelah yen diperdagangkan di level 101,71 per dollar AS.

Sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5% dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,9%.

Bursa Asia kembali memerah menyusul ketidakpastian mengenai rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Isu ini membayangi optimisme rencana kebijakan bank sentral untuk mendongkrak kembali kepercayaan market.

Kanselir Jerman Angela Merkel kemarin bilang, dalam kesepakatan Pasal 50, dituliskan secara gamblang bahwa negara yang ingin keluar dari Uni Eropa harus mengirimkan pemberitahuan secara formal kepada Dewan Eropa.

"Tidak ada langkah-langkah yang bisa diambil hingga hal itu dilakukan. Jika pemberitahuan sudah dikirim, Dewan Eropa dapat mengeluarkan sejumlah panduan untuk negosiasi selanjutnya," papar Merkel.

Itu artinya, lanjut Merkel, tidak akan ada perundingan informal maupun formal terkait British Exit hingga Dewan Eropa menerima permohonan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Dua lembaga peringkat internasional, yakni S&P dan Fitch, kompak memangkas peringkat surat utang Inggris pada Senin (27/6) kemarin. Pemangkasan peringkat ini bisa berdampak pada seberapa besar biaya yang harus ditanggung pemerintah dalam meminjam uang ke pasar finansial internasional.

"Investor sangat tidak menyukai ketidakpastian. Kondisi ini akan menyebabkan guncangan pada perdagangan dunia dan Inggris membutuhkan waktu untuk mendongkrak kembali ekonomi mereka," jelas Grant Williamson, investment advisor Hamilton Hindin Greene, brokerage di Christchurch Selandia Baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×