kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Ketegangan dengan Korut meningkat, won lunglai


Rabu, 24 Februari 2016 / 14:37 WIB
Ketegangan dengan Korut meningkat, won lunglai


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Won Korea Selatan melemah pada transaksi perdagangan hari ini (24/2). Mengutip data Bloomberg, siang ini, won melemah 0,2% menjadi 1.234,26 per dollar AS.

Bahkan pada transaksi sebelumnya, won sempat bertengger di posisi 1.236,69. Level tersebut hanya berjarak 0,2% dari level terendah lima tahun di posisi 1,239,59 yang tercipta pada 19 Februari lalu.

Jika dikalkulasikan, pelemahan won sudah mencapai 5% sepanjang tahun ini dan menjadi mata uang Asia dengan performa terburuk.

Ada beberapa penyebab yang memicu lemahnya mata uang won. Pertama, ketegangan Korea Selatan dengan Korea Utara semakin meningkat. Informasi saja, militer Korsel berjanji akan melakukan serangan atas segala bentuk provokasi yang dilakukan Korut.

Sebelumnya, pihak Korut menembakkan roket jarak jauh pada 7 Februari lalu. Peluncuran itu hanya berjarak sebulan dari ujicoba nuklir keempat. Kondisi itu yang pada akhirnya semakin memicu ketegangan geopolitik dan memukul sentimen investor.

Sentimen lainnya adalah langkah bank sentral China yang memangkas patokan nilai tukar yuan ke level terendah dalam tiga pekan.

"Banyak sekali ketegangan di antara dua Korea setelah peluncuran roket. Sementara, pada hari ini, yuan ditetapkan lebih rendah dan dollar AS kembali menguat. Faktor-faktor ini yang menyebabkan won semakin lemah," papar Khoon Goh, senior currency strategist Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×