kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kepanikan sedikit reda, indeks Asia rebound


Selasa, 19 Maret 2013 / 08:01 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/10). Sejumlah perbankan catat penyaluran KPR tumbuh solid hingga kuartal III 2021.


Sumber: Reuters |

TOKYO. Saham-saham Asia rebound dari kejatuhannya kemarin. Sebagian kepercayaan pasar itu disuntik oleh kabar bahwa zona Euro akan memberi Siprus fleksibilitas untuk menetapkan besaran pemajakan simpanan bank.

Sumber Reuters di Kementerian Keuangan YUnani mengatakan bahwa Siprus tetap harus mencari 5,8 euro dari pemajakan simpanan. Namun, ia bisa mengecualikan simpanan nasabah kecil dari pajak.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terangkat 0,3%. Kemarin, indeks acuan Asia ini terhantam 1,5% ke level terendahnya sejak 2 Januari 2013.

Indeks Nikkei 225 juga dibuka melesat 1,5% setelah kemarin anjlok 2,7%. Penurunan itu merupakan penurunan terbesarnya dalam 10 bulan terakhir.

Di Australia, saham-saham melesat 0,6%, pulih dari kejatuh 2% di hari sebelumnya. Indeks Kospi Korea Selatan dibuka naik 0,5%.

"Kekhawatiran soal Siprus berlebihan, apa yang terjadi di sana kemungkinan tidak akan menjalar ke negara zona euro yang lebih besar. Pasar global juga perlu koreksi setelah mengalami reli panjang kemarin," kata Lee Young-gon, analis Hana Daetoo Securities.

Namun, investor tetap akan mencermati perkembangan di Siprus.

"Ketidakpastian dan potensi kejatuhan dari rencana bailout Siprus telah membawa risiko sistemik ke atas meja lagi," tulis Morgan Stanley dalam laporan risetnya. Lembaga riset dan broker global ini menulis bahwa situsi Siprus dalam memberi tekanan pada pendanaan dalam jangka pendek.

"Walau begitu, kami mencatat bahwa tingkat tekanan jauh lebih rendah dibandingkan semester pertama 2012. Dikombinasikan dengan likuiditas yang masih berlimpah, relakokasi portofolio ke aset negara berkembang, dan pertumbuhan yang mulai normal, seharusnya periode risiko sistemik ini singkat dan bisa diatasi," tulisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×