kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kenaikan produksi memicu harga CPO rontok


Kamis, 12 April 2018 / 17:08 WIB
ILUSTRASI. Kelapa Sawit


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) rontok sejak awal pekan ini. Kekhawatiran akan terjadinya peningkatan produksi dalam beberapa bulan mendatang, membebani pergerakan harga CPO.

Mengutip Bloomberg, Kamis (12/4) pukul 15.00 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Juni 2018 di Malaysia Derivatives Exchange turun 0,86% ke level RM 2.410 per metrik ton. Jika dikonversi menggunakan mata uang dollar AS, pelemahan harga CPO mencapai 0,93% ke level US$ 622,05 per metrik ton.

"Meningkatnya produksi CPO, membebani harga," ujar salah seorang pedagang di Kuala Lumpur seperti dilansir Reuters, Kamis (12/4).

Selama bulan April, sentimen yang membayangi pergerakan harga CPO dinilai cukup bearish. Awal pekan ini, Malaysia Palm Oil Board merilis adanya peningkatan produksi minyak sawit mentah Malaysia bulan Maret sekitar 17,2% menjadi 1,57 juta ton. Diperkirakan persediaan pada akhir Maret akan turun 8,6% dari bulan Februari menjadi 2,27 juta ton.

Pada kuartal II secara musiman, produksi CPO memang biasanya meningkat. Thomas Mielke, analis Oil World memperkirakan kenaikan produksi tersebut bisa menekan harga minyak sawit pada Juli-Agustus sekitar US$ 40-US$ 50 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×