kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Kenaikan Kasus Covid-19 Kembali Jadi Sentimen Negatif Bagi Rupiah


Kamis, 03 Februari 2022 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan rupiah untuk Jumat (4/2)


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren negatif rupiah masih berlanjut pada perdagangan hari ini, Kamis (3/2). Di pasar spot, rupiah terkoreksi 0,15% dan ditutup di level Rp 14.378 per dolar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, tren negatif rupiah juga terjadi di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI). Tercatat, mata uang Garuda ini berada di level Rp 14.381 per dolar AS alias melemah 0,24% dari penutupan sebelumnya.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah tidak terlepas dari laju kenaikan kasus Covid-19 di dalam negeri. Selain itu, rupiah juga melemah terhadap Euro akibat adanya ekspektasi pengetatan dari Bank Sentral Eropa.

Baca Juga: Investor Risk Averse, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.378 Per Dolar AS

“European Central Bank (ECB) sendiri pada nanti malam direncanakan mengadakan pertemuan rutin dalam pembahasan kebijakan moneter yang bisa pengaruhi pergerakan rupiah,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (3/2).

Sementara untuk perdagangan besok, Josua melihat rupiah masih akan kembali mengalami pelemahan. Sentimen soal kenaikan kasus Covid-19 di dalam negeri masih akan jadi pemberat untuk rupiah. Selain itu, ekspektasi pengetatan bank sentral global juga akan jadi sentimen negatif.

Josua memperkirakan, rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 14.325 - Rp 14.450 per dolar AS pada Jumat (4/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×