kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kenaikan BI rate belum tentu baik bagi pasar saham


Rabu, 16 Mei 2018 / 18:54 WIB

Kenaikan BI rate belum tentu baik bagi pasar saham
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berpotensi naik pada Kamis (17/5). Hal itu diharapkan bisa menyelamatkan nilai tukar rupiah agar tidak tergerus semakin dalam di tengah penguatan dollar AS. Namun, potensi kenaikan tersebut bisa saja tidak direspons baik oleh pelaku pasar keuangan, khususnya pasar modal.

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana menilai, kenaikan BI-7DRR sejatinya negatif untuk pasar saham.


"Investor akan mengharapkan saham bisa memberikan imbal hasil yang lebih tinggi, tapi ini bisa tidak sesuai dengan target. Akibatnya, harga saham bisa tertekan," kata Aditya kepada KONTAN, Rabu (16/5).

Menurutnya, potensi kenaikan BI-7DRR saat ini lebih cenderung untuk menstabilkan rupiah. Itu kebijakan yang cukup sulit, meskipun dalam jangka pendek bisa membantu pasar.

Aditya mengatakan, karena kondisi itu pula, seharusnya market sudah tahu bahwa kebijakan kenaikan suku bunga untuk apa dan bisa sedikit menstabilkan pasar.

Namun, jika BI-7DRR dipertahankan, Semesta Indovest melihat ada potensi IHSG bergerak di kisaran 5.700-5.800. "Kecenderungan akan menguji support di 5.700. Kalau naik (BI-7DRR), IHSG bakal berada di kisaran 5.850-6.000," prediksi Aditya.

Lanjut Aditya, saat ini, saham-saham blue chips sudah turun cukup banyak. "Sekarang, justru peluang yang bagus untuk bargain hunting," ujarnya.

Meski demikian, menurutnya, market masih berpotensi terkoreksi, sehingga, sebaiknya investor bersikap wait and see. "Jika ingin masuk, tidak dalam jumlah yang besar, bisa dicicil. Jika fundamental membaik dan market kembali normal, maka ini menjadi peluang kenaikan yang sangat bagus," paparnya.

Sejumlah sektor yang perlu dicermati adalah pertambangan, ritel, industri dasar, consumer goods. Saham yang direkomendasikan antara lain SRIL, PTBA, INCO, DOID, INKP, TKIM, MAPI, ERAA, BBCA, UNVR dan MEDC.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Dupla Kartini
Video Pilihan

Tag

Close [X]
×