kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.190   5,00   0,03%
  • IDX 5.212   -53,82   -1,02%
  • KOMPAS100 675   -7,50   -1,10%
  • LQ45 529   -3,65   -0,68%
  • ISSI 176   -3,17   -1,77%
  • IDX30 297   -2,56   -0,86%
  • IDXHIDIV20 396   -3,12   -0,78%
  • IDX80 78   -0,86   -1,10%
  • IDXV30 110   -1,36   -1,23%
  • IDXQ30 100   -0,82   -0,81%

Bursa Saham Asia Menguat Ditopang Reli AI Rabu (28/10), Menanti Keputusan The Fed


Rabu, 28 Oktober 2026 / 08:56 WIB
Bursa Saham Asia Menguat Ditopang Reli AI Rabu (28/10), Menanti Keputusan The Fed
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi Korea Selatan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026), didorong kembali maraknya optimisme terhadap kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjelang rilis kinerja sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dua pekan menjelang keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Melansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,85% pada awal perdagangan. Indeks Nikkei Jepang menguat 1,2%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 3%.

Baca Juga: Lelang SUN Sepi Peminat, Yield Obligasi 10 Tahun Diproyeksi Tembus 7,55%

Sentimen pasar turut ditopang kinerja perusahaan semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix, yang melaporkan kenaikan laba operasional kuartalan lebih dari tujuh kali lipat. Saham SK Hynix sempat naik 3% setelah pembukaan perdagangan, sebelum memangkas kenaikan menjadi 1,75%.

Perhatian investor berikutnya tertuju pada laporan keuangan Alphabet dan Microsoft yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan di AS.

Investor mencari bukti bahwa besarnya belanja modal untuk pengembangan AI dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

Chief Investment Officer SWBC Chris Brigati mengatakan, meskipun hasil kinerja perusahaan teknologi diperkirakan kuat, perhatian pasar lebih terarah pada kemampuan perusahaan mengubah investasi AI menjadi pertumbuhan pendapatan jangka panjang.

Menurutnya, fase ketika kenaikan pasar mengangkat hampir seluruh saham mulai bergeser. Investor kini lebih memperhatikan risiko eksekusi bisnis serta seberapa besar ekspektasi keberhasilan perusahaan telah tercermin dalam harga saham.

Sejumlah pengumuman pendanaan terkait AI dari Meta, SpaceX, dan Broadcom sepanjang pekan ini turut menghidupkan kembali minat investor terhadap saham teknologi.

Sentimen juga mendapat dorongan dari pengajuan dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Anthropic.

Namun, reli saham teknologi masih menghadapi ujian dari valuasi yang tinggi dan ketidakpastian mengenai imbal hasil investasi AI. Kontrak berjangka saham AS bergerak relatif datar, sementara EURO STOXX 50 futures turun tipis 0,03%.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 20.000 Jadi Rp 2.570.000 Per Gram, Rabu (28/10)

Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed

Selain laporan keuangan perusahaan teknologi, investor mencermati keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu AS. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Meski demikian, perhatian investor akan tertuju pada pernyataan pembuat kebijakan mengenai prospek suku bunga ke depan. Kekhawatiran inflasi masih menjadi perhatian, terutama di tengah berlanjutnya perang di Timur Tengah.

Analis JPMorgan memperkirakan setidaknya terdapat dua suara berbeda yang menginginkan kebijakan moneter lebih ketat atau bersikap hawkish dalam pengambilan keputusan tersebut.

Menjelang pengumuman, indeks dolar AS bertahan di level 102,37, mendekati posisi tertinggi dalam dua pekan terhadap enam mata uang utama.

Baca Juga: Gelar RUPSLB Hari Ini (28/10): BEI Bakal Bagi Dividen Pertama Kali dalam Sejarah

Sementara itu, dolar Selandia Baru melemah lebih dari 1% setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga acuannya, berlawanan dengan ekspektasi pasar.

Sebaliknya, dolar Australia naik 0,25% menjadi US$ 0,7043 setelah data menunjukkan kenaikan tajam harga konsumen pada kuartal III-2026.

Kenaikan biaya bahan bakar turut mendorong inflasi, sementara inflasi inti masih bertahan pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Di pasar energi, harga minyak mentah Brent naik 0,47% menjadi US$ 114,42 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS menguat 0,55% menjadi US$ 100,45 per barel.

Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian perang AS-Israel melawan Iran.

Kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut belum tercapai. Di tengah ketegangan geopolitik, harga emas di pasar spot relatif stabil di US$ 4.057,95 per ons troi.

Di Israel, shekel melemah setelah hasil jajak pendapat keluar atau exit poll menunjukkan pemilihan umum di negara tersebut berpotensi menghasilkan kebuntuan politik.

Baca Juga: IHSG Rawan Melemah ke 5.118, Simak Rekomendasi Saham DSNG, CPIN, AADI, dan BRMS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×