kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kemarin rebound, pagi ini Hang Seng melempem


Selasa, 07 Oktober 2014 / 09:18 WIB
Kemarin rebound, pagi ini Hang Seng melempem
Korea Selatan Khawatir Serangan Nuklir Kora Utara, Presiden AS Joe Biden Janjikan Hal Ini


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

HONG KONG. Bursa Hong Kong jatuh pada pembukaan hari ini, Selasa (7/10) setelah kemarin rebound. Saham-saham konsumer dan pengembang memimpin penurunan. 

Hang Seng Index terkoreksi 0,2% ke 23.258 pada pukul 9.52 waktu Hong Kong. Kemarin, acuan ini melompat 1,1%, terbesar dalam sebulan terakhir. Sedangkan Hang Seng China Enterprises Index, yang memperdagangkan saham-saham korporasi daratan China di Hong Kong menguat 0,2% ke 10.42303. 

"Mungkin masih ada tekanan koreksi setelah Hang Seng Index rebound. Pemerintah dan demonstran Hong Kong akan menggelar pembicaraan dan itu memberi sinyal positif ke pasar," kata Sam Chi Yung, Strategist di Delta Asia Securities Ltd.

Saham-saham konsumer merosot setelah pemerintah melaporkan penjualan retail di Hong Kong merosot 40% pada periode 1-5 Oktober lalu. Media lokal South China Morning Post mengutip Hong Kong Retail Management Association.

Tingyi (Cayman Islands) Holding Corp. merosot 1,9%, memimpin penurunan di Hang Seng. China Overseas Land & Investment Ltd juga turun setelah menguat 7% pada dua hari terakhir. Belle International Holdings Ltd turun 1,5% setelah data penjualan retail Hong Kong menunjukkan penurunan. 

Hang Seng Index merosot 2,6% pekan lalu, penurunan terbesar sejak Maret. Bursa melorot lantaran demonstran dan polisi mengalami bentrokan. Saat ini, kedua pihak akan menggelar pembicaraan sebelum tanggal 12 Oktober.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×