kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Keluarnya arus modal menekan bursa China 1,6%


Jumat, 25 September 2015 / 15:33 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

SHANGHAI. Bursa saham China terkoreksi tajam dipicu keluarnya arus modal yang menyentuh rekor baru. Kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi negeri tirai bambu itu kembali tumbuh seiring langkah Beijing menarik dukungannya terhadap pasar.

Indeks Shanghai Composite turun 1,6 % ke level 3.092,35 pada penutupan hari ini, menghapus keuntungan pada pekan ini. Sekitar delapan saham turun untuk setiap satu yang naik seiring volume perdagangan anjlok 33 % dari rata-rata 30-hari.

Mengacu data yang dikumpulkan Bloomberg, diperkirakan U$ 141,66 miliar meninggalkan China pada bulan Agustus, melebihi rekor sebelumnya dari U$ 124,62 miliar pada bulan Juli. Saham teknologi merupakan saham yang berkinerja terbaik minggu ini, meraih penurunan terbesar di antara kelompok industri lainnya.

Perdagangan di pasar saham China melemah sebelum liburan yang membuat pasar China ditutup selama seminggu yang dimulai pada 1 Oktober. Laporan dari pihak swasta menunjukkan pekan ini bahwa indeks manufaktur awal tiba-tiba jatuh ke posisi terendah enam tahun, sementara utang marjin di Shanghai merosot ke sekitar 40 % dari puncak rekornya pada bulan Juni. Padahal, Presiden Xi Jinping mengatakan pekan ini bahwa ekuitas telah memasuki fase pemulihan diri.

Sementara itu, Indeks CSI 300 tergelincir 1,6 %. Hang Seng China Enterprises Index naik 0,5 % di Hong Kong pada pukul 03:12 siang waktu setempat, sedangkan indeks Hang Seng naik 0,1 %. Pasar saham Hong Kong sendiri libur pada hari Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×