kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Direksi BYAN Getol Jual Saham, Dalam Dua Hari Telah Lepas Rp 9,48 Miliar


Kamis, 24 September 2026 / 05:30 WIB
Direksi BYAN Getol Jual Saham, Dalam Dua Hari Telah Lepas Rp 9,48 Miliar
ILUSTRASI. Bayan Resources (Dok/BYAN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direksi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) getol melepas saham perusahaan di tengah rencana perubahan kepemilikan yang melibatkan keluarga taipan Low Tuck Kwong dan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Terbaru, Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) BYAN, Alastair Gordon Christopher Mcleod, menjual 524.300 saham BYAN dengan harga Rp 13.373 per saham. Dari transaksi yang dilakukan pada 22 September 2026 tersebut, Alastair mengantongi sekitar Rp 7,01 miliar.

Aksi tersebut bukan penjualan pertama Alastair pada hari yang sama. Sebelumnya, Alastair juga menjual 185.200 saham BYAN di harga Rp 13.352 per saham pada 21 September 2026. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 2,47 miliar.

Baca Juga: IHSG Menguat Setelah BI Tahan Suku Bunga, Ini Saham Pilihan Analis

Dengan demikian, dalam dua transaksi tersebut Alastair telah melepas total 709.500 saham BYAN dengan nilai sekitar Rp 9,48 miliar.

Sebelum transaksi, Alastair tercatat memiliki sekitar 4 juta saham BYAN. Setelah penjualan 185.200 saham, kepemilikannya menyusut menjadi sekitar 3,81 juta saham atau setara 0,01% saham BYAN. Dengan tambahan penjualan 524.300 saham, kepemilikannya kembali berkurang.

Aksi jual tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah rencana transaksi saham antara keluarga Low dan Jhonlin Group diumumkan ke publik. Meski demikian, belum ada informasi yang menunjukkan bahwa penjualan saham oleh Alastair berkaitan langsung dengan rencana perubahan pengendali BYAN.

Saham BYAN Kembali Menguat

Di sisi lain, saham BYAN justru kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan tajam. Pada perdagangan Rabu (23/9/2026), saham BYAN ditutup naik 3,80% ke level Rp 12.300 per saham.

Penguatan tersebut melanjutkan tren kenaikan saham BYAN dalam lima hari terakhir yang mencapai 8,37%.

Dengan harga penutupan Rp 12.300, saham BYAN masih berada sekitar 8% di bawah harga penjualan Alastair pada 21 September yang berada di kisaran Rp 13.352-Rp 13.373 per saham.

Pergerakan saham BYAN belakangan memang cukup volatil. Pada perdagangan Selasa (22/9), saham BYAN masih ditutup anjlok 9,71% ke Rp 11.850 per saham. Namun sehari berselang, saham ini kembali menguat 3,80%.

Kondisi tersebut membuat aktivitas jual saham oleh direksi menjadi perhatian, terutama karena berlangsung ketika perubahan struktur kepemilikan BYAN sedang menjadi sorotan pasar.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Kamis (24/9), Ini Pemicunya

Seperti diketahui, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Dalam perjanjian tersebut, Low Tuck Kwong dan Elaine Low akan melepas 10 miliar saham biasa BYAN setara dengan 30% saham kepada Jhonlin Baratama. Namun, berdasarkan keterbukaan informasi BYAN pada 16 September 2026, belum terdapat nilai transaksi yang diumumkan secara resmi.

Low Tuck Kwong diketahui menguasai sekitar 40% saham BYAN, sedangkan Elaine Low memiliki sekitar 22%. Dengan demikian, total kepemilikan keluarga Low mencapai sekitar 62% saham BYAN.

Jika transaksi tersebut terealisasi dan sesuai dengan struktur kepemilikan yang menjadi sasaran, Jhonlin akan memperoleh posisi strategis dalam kepemilikan BYAN.

Sementara itu, Bloomberg sebelumnya melaporkan nilai transaksi yang dikaitkan dengan rencana tersebut sekitar US$ 3 miliar. Dengan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 52,5 triliun.

Namun, angka US$ 3 miliar tersebut bukan nilai transaksi resmi yang telah diumumkan dalam keterbukaan informasi BYAN. Perusahaan sejauh ini belum mengungkapkan nilai jual beli 10 miliar saham tersebut.

Jika menggunakan angka US$ 3 miliar sebagai acuan, nilainya jauh lebih rendah dibandingkan kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$ 26 miliar. Perbedaan tersebut perlu dicermati karena nilai transaksi menyangkut blok saham tertentu, bukan pembelian seluruh saham BYAN di pasar.

Baca Juga: Berburu Dividen Jelang Cum Date, Ini yang Perlu Dicermati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×