kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.615   -124,00   -0,75%
  • IDX 6.300   -185,30   -2,86%
  • KOMPAS100 913   -34,31   -3,62%
  • LQ45 705   -26,86   -3,67%
  • ISSI 198   -5,78   -2,83%
  • IDX30 365   -13,57   -3,59%
  • IDXHIDIV20 444   -16,19   -3,52%
  • IDX80 103   -3,94   -3,68%
  • IDXV30 108   -4,34   -3,85%
  • IDXQ30 120   -4,21   -3,39%

Kekhawatiran Tarif AS Membayangi Pasar Asia di Penghujung Februari


Jumat, 28 Februari 2025 / 06:19 WIB
Kekhawatiran Tarif AS Membayangi Pasar Asia di Penghujung Februari
ILUSTRASI. Pasar Asia bersiap menghadapi gelombang besar data ekonomi pada Jumat ini (28/2), di tengah kekhawatiran investor terhadap ancaman tarif dari Washington, perlambatan ekonomi AS, dan kelelahan di Wall Street. REUTERS/Issei Kato


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar Asia bersiap menghadapi gelombang besar data ekonomi pada Jumat ini (28/2), di tengah kekhawatiran investor terhadap ancaman tarif dari Washington, perlambatan ekonomi AS, dan kelelahan di Wall Street.

Indikator utama yang akan dirilis di Asia termasuk inflasi Tokyo, penjualan ritel dan produksi industri Jepang, serta pertumbuhan ekonomi kuartal keempat India.

Sementara itu, data inflasi PCE dari AS, yang sangat dinanti investor, juga akan diumumkan.

Sentimen menjelang hari perdagangan terakhir bulan ini cenderung pesimistis, dipengaruhi oleh kekhawatiran mendalam terhadap dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Memerah Kamis (27/2), Kejatuhan Nvidia Seret Nasdaq dan S&P 500

Dalam 24 jam terakhir, Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif 25% terhadap barang impor dari Uni Eropa, menegaskan bahwa tarif untuk Kanada dan Meksiko akan berlaku mulai 4 Maret (bukan 2 April seperti yang dikatakan sebelumnya), serta memberlakukan bea tambahan 10% untuk barang impor dari China.

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengungkapkan kekhawatiran serupa dalam pertemuan G20 di Cape Town.

Pertemuan tersebut diakhiri tanpa kesepakatan atau pernyataan bersama, mencerminkan semakin rapuhnya tatanan ekonomi dan keuangan global yang telah bertahan selama beberapa dekade.

Pernyataan ketua G20 menegaskan kembali komitmen untuk menolak proteksionisme, namun kebijakan Washington tampaknya bergerak ke arah yang berlawanan.

Tekanan di Pasar Saham dan Teknologi

Dampak kebijakan tarif paling terasa di sektor teknologi. Nasdaq kembali merosot tajam pada Kamis, kini turun 5% sejak awal tahun, tertinggal jauh dari Dow dan S&P 500.

Saham Nvidia, meskipun melaporkan hasil keuangan dan prospek yang cukup baik pada Rabu, anjlok 8,5% sehari setelahnya.

Para investor tampaknya mulai skeptis terhadap potensi pertumbuhan pesat yang selama ini menopang lonjakan pendapatan dan harga sahamnya.

Baca Juga: Trump Pastikan Tarif 25% untuk Meksiko dan Kanada 4 Maret, China Kena Tambahan 10%

Tesla juga mengalami tekanan besar, dengan penurunan lebih dari 20% dalam waktu kurang dari seminggu.

ETF yang melacak pergerakan "Magnificent Seven" saham teknologi AS mencapai level terendah dalam tiga bulan pada Kamis dan telah turun hampir 10% sejak 18 Februari.

Sebaliknya, kejatuhan saham teknologi AS justru menguntungkan saham teknologi China. Lonjakan ini semakin didorong oleh kemunculan model kecerdasan buatan (AI) berbiaya rendah asal China, DeepSeek.

Saham teknologi China yang terdaftar di Hong Kong sempat mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada Kamis sebelum ditutup lebih rendah, tetapi tetap membukukan kenaikan 25% sepanjang bulan ini.

Dengan imbal hasil obligasi AS yang meningkat dan dolar AS yang menguat, pasar saham dan mata uang Asia diperkirakan akan menghadapi tekanan besar saat dibuka pada Jumat.

Selanjutnya: Cara & Syarat Membuat e-KTP Untuk yang Ulang Tahun Ke-17 Hari Ini, Jumat 28/2/2025

Menarik Dibaca: 6 Penyebab Anda Berkeringat saat Tidur, Bisa Jadi Stres dan Cemas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×