kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kecuali LSIP, analis sarankan buy saham grup Indofood


Senin, 09 Desember 2019 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. Stan Indofood saat pameran THAIFEX-World of Food Asia


Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

Sementara, tertinggi setelahnya ICBP dengan pertumbuhan 8,85% ytd. Disusul dengan ROTI dan INDF yang masing-masing 8,33% ytd dan 7,72% ytd. Sementara itu, dua saham lainnya IMAS dan SIMP justru mengalami penurunan 53,94% ytd dan 14,78% ytd. 

Nafan melihat masing-masing dari saham tersebut memiliki prospek positif. Sebut saja LSIP yang akan ditopang dengan pemintaan CPO yang  meningkat karena kebijakan pemerintah B20 dan B30. 

Kondisi ini akan baik bagi emiten CPO dalam jangka panjang. Sementara untuk produk-produk hilirnya yang berada di bawah SIMP dilihat masih menarik di pasar. 

Baca Juga: Harga Sudah Naik Tinggi, Saham Indofood (INDF) Tetap Bisa Diakumulasi

Sementara untuk ICBP dan INDF, Nafan melihat kedua emiten tersebut masih baik karena pasar yang merespon baik terhadap produk-produknya terutama mie instan. Termasuk juga ROTI, produknya yang unggul dalam harga bisa menopang penjualan. 

" Ini paling penting karena menyangkut daya beli," katanya. 

Terakhir, koreksi harga saham paling dalam terjadi pada IMAS. Hal ini dinilai wajar sebab sektor otomotif selama setahun ini juga dinilai lesu. 

Adapun lesunya sektor otomotif salah satunya dipicu oleh momentum pemilihan umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×