Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan inovasi di sektor kesehatan membuka peluang investasi di pasar saham global. Kedua sektor ini memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Di sektor teknologi, peningkatan investasi AI turut mendorong permintaan semikonduktor, pusat data, infrastruktur energi, hingga layanan komputasi. Sementara di sektor kesehatan, perubahan demografi dan kemajuan ilmu pengetahuan mendorong pengembangan obat, bioteknologi, serta peralatan medis.
Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Dimas Ardhinugraha mengatakan, AI dan inovasi kesehatan merupakan dua perubahan struktural yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi global.
Namun, investor tetap perlu selektif dalam memilih saham perusahaan yang bergerak di kedua sektor tersebut. Sebab, tidak semua perusahaan mampu mengubah perkembangan teknologi menjadi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Dalam investasi di sektor teknologi, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa canggih sebuah inovasi. Tapi juga apakah perusahaan mampu mengubah inovasi tersebut menjadi pendapatan, keuntungan, dan arus kas yang berkelanjutan. "Riset fundamental tetap menjadi bagian penting dalam menilai peluang dari AI,” jelas Dimas dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Baca Juga: Saham Telekomunikasi dan Menara Rontok, Saham Saham Rekomendasi Analis
Menurut Dimas, peluang investasi AI tidak hanya berasal dari perusahaan pengembang teknologi, tetapi juga perusahaan di berbagai industri yang mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Sementara itu, sektor kesehatan menawarkan sumber pertumbuhan berbeda. Peningkatan usia harapan hidup, populasi yang menua, serta kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks menjadi faktor pendorong permintaan jangka panjang.
Sektor kesehatan memberikan sumber pertumbuhan yang berbeda dari teknologi. "Inovasi obat dan peralatan medis terus berkembang, menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Perubahan demografi membuat kebutuhan tersebut semakin relevan,” kata Dimas.
Meski demikian, investasi di kedua sektor tetap memiliki risiko. Selain persaingan dan valuasi saham, investor perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Khusus sektor kesehatan, risiko juga berasal dari hasil penelitian, persetujuan regulator, hingga perlindungan paten.
Dalam memilih saham global, Dimas menilai, penting bagi investor memperhatikan posisi kompetitif perusahaan, kualitas manajemen, kemampuan menghasilkan arus kas, serta valuasi saham.
MAMI sendiri menerapkan pendekatan dynamic leader dalam pengelolaan investasi, yakni mencari perusahaan unggulan yang dinilai mampu mempertahankan daya saing dan beradaptasi terhadap perubahan industri.
Pendekatan tersebut antara lain dalam pengelolaan reksadana Manulife Saham Syariah Global Dividen Dolar AS (MANSYAG). Reksadana ini berinvestasi pada saham global dengan FTSE Shariah All World Index sebagai tolok ukur.
Reksadana tersebut memiliki eksposur ke berbagai sektor, termasuk teknologi dan kesehatan, serta fitur Pembagian Hasil Investasi yang berpotensi dilakukan setiap enam bulan. Namun, pembagian hasil maupun imbal hasil investasi tidak dijamin dan tetap bergantung pada kondisi pasar serta kinerja portofolio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














