kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kebut Bisnis Logistik dan Digitalisasi, Simak Strategi Dosni Roha Indonesia (ZBRA)


Jumat, 24 Juni 2022 / 18:06 WIB
Kebut Bisnis Logistik dan Digitalisasi, Simak Strategi Dosni Roha Indonesia (ZBRA)
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan distribusi dan logistik PT Dos Ni Roha atau DNR Corporation yang diakuisisi PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) telah menyiapkan strategi untuk mengakselerasi bisnis logistik dan digitalisasi angkutan. Emiten yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Zebra Nusantara Tbk ini akan menggelar transformasi bisnis hingga tahun 2024.

Direktur Utama Dosni Roha Indonesia, Rudy Tanoesoedibjo, membeberkan, transformasi bisnis ZBRA yang dimulai sejak tahun lalu mampu mengangkat kinerja keuangan yang mencetak pertumbuhan hingga empat digit. ZBRA membukukan laba bersih sebesar Rp 26,14 miliar, naik 1.705,4% dari semula mencatatkan kerugian Rp 1,63 miliar di tahun 2020.

Penjualan konsolidasi meroket 23.696,1% dari Rp 14,7 miliar pada 2020 menjadi Rp 3,49 triliun di tahun 2021.

"Perubahan (ZBRA) ini merupakan kelahiran baru, dari sebuah entitas dengan penjualan sekitar Rp 10 miliar, tahun lalu hampir Rp 3,5 triliun. Transformasi ini akan tuntas tahun 2024," kata Rudy dalam paparan publik, Jum'at (24/6).

Baca Juga: Simak rencana penggunaan dana rights issue Zebra Nusantara (ZBRA)

Raihan positif itu tak lepas dari aksi korporasi strategis berupa konsolidasi PT Dos Ni Roha (DNR) yang merupakan pemain utama industri supply chain di Indonesia. ZBRA pun bertransformasi menjadi perusahaan induk di dalam group DNR Corporation yang menyediakan integrated end-to end supply chain solutions.

DNR sendiri merupakan perusahaan penyedia layanan distribusi dan logistik produk-produk farmasi, alat medis dan barang-barang konsumsi baik untuk segmen ritel offline maupun online. 

Hingga Juni 2022, ZBRA memiliki direct coverage yang terdiri dari 32 cabang, 15 sub-cabang, 7 gudang 4PL, 463 kota dan 100.000 outlet di seluruh Indonesia. Sedangkan indirect coverage ZBRA meliputi 61 subdistributor yang terintegrasi.

Industri logistik, sambung Rudy, menyimpan potensi yang besar bagi pengembangan bisnis ZBRA ke depan. Sebagai langkah transformasi lanjutan, ZBRA akan melebarkan sayap ke segmen third party logistics menyasar pasar swasta maupun bermitra dengan pemerintah.

Rudy menjelaskan, bisnis distribusi bisa mencetak revenue besar, namun cenderung kecil dari sisi bottom line. Sedangkan third party logistics memberi revenue yang lebih mini, tapi lebih jumbo menghasilkan bottom line. "Kombinasi ini akan menghasilkan kinerja yang optimal bagi kami," tambahnya.

Guna menopang strategi bisnis ini, ZBRA akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 300 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk pembelian armada truk. ZBRA pun akan terus menambah armada di tahun depan dengan anggaran yang kurang lebih serupa.

Dengan kebutuhan dana ekspansi tersebut, ZBRA pun tidak memberikan dividen dari laba tahun lalu. "Tidak membagi dividen karena kebutuhan pengembangan sangat besar. (Belanja modal) akan dilakukan pada Semester II. Tahun depan kami perkirakan lebih kurang sama, juga untuk pembelian armada," jelas Rudy.

Baca Juga: Incar Rp 1,39 triliun, harga rights issue Zebra Nusantara (ZBRA) Rp 812 per saham

Transformasi selanjutnya, ZBRA mengembangkan digital marketplace untuk sektor bisnis transportasi bernama D'PORT, yang sudah melalui tahap soft launching. Rudy bilang, D'PORT menjadi bagian dari strategi digitalisasi ZBRA.

D'PORT akan mempertemukan pemilik truk dan pengguna jasa. Model kerjanya akan serupa dengan Uber dalam transportasi kota atau Airbnb dalam industri akomodasi penginapan.

"Misalnya, truk dari Jakarta ke Surabaya muatan penuh, tapi pulangnya kosong. Aplikasi D'PORT memungkinkan (pemilik truk) meng-upload kapasitas yang kosong untuk bertemu dengan pengguna jasa," jelas Rudy.

Dengan begitu, kondisi idle atau muatan kosong truk bisa dikurangi. Menurut Rudy, hal ini akan menjadi terobosan untuk meningkatkan efisiensi di industri logistik secara signifikan.

Rudy meyakini, pengembangan bisnis di third party logistics dan D'PORT bisa menopang kinerja ZBRA secara berkesinambungan. Sedangkan untuk tahun ini, ZBRA tidak mematok target yang muluk-muluk. 

Baca Juga: Zebra Nusantara (ZBRA) Resmi Berganti Nama Menjadi Dos Ni Roha Indonesia

Penjualan dan laba bersih ZBRA diproyeksikan tumbuh pada level high single digit atau low double digit. "Pertumbuhan perusahaan tidak bisa dinilai dari satu tahun. Kami lakukan transformasi mulai tahun 2021 sampai akhir 2024," tandas Rudy.

Adapun, hingga kuartal pertama 2022, ZBRA telah membukukan penjualan sebesar Rp 793,71 miliar dan meraih laba bersih sebesar Rp 2,39 miliar.

Jika dibandingkan dengan Q1-2021 sebelum konsolidasi DNR dan entitas anak, ZBRA hanya mampu membukukan penjualan sebesar Rp 5,21 miliar dan laba bersih Rp 1,64 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×