kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Keberlangsungan usaha BNBR diragukan


Senin, 08 Desember 2014 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. PT Cipta Krida Bahari (CKB Group) meresmikan fasilitas logistik di Benete, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/6/2023)


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam kurun waktu tiga bulan, angka kekurangan modal (defisiensi) modal secara year-to-date (ytd) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bertambah.

Mengutip laporan keuangan BNBR per September 2014 yang diaudit secara terbatas, defisiensi modal BNBR naik Rp 89,48 miliar dibanding Juni 2014 menjadi Rp 1,94 triliun. Adapun, pada pertengahan 2014, modal BNBR minus Rp 1,85 triliun.

Tjiendradjaja & Handoko Tomo, akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan kuartal III-2014 perseroan menyatakan, defisiensi modal tersebut mengidikasikan adanya ketidakpastian material.

Hal ini dinilai dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Terkait hal tersebut, manajemen BNBR menjelaskan ada beberapa rencana yang akan dilakukan perseroan.

D iantaranya, restrukturisasi utang melalui konversi menjadi saham, peningkatan modal melalui penerbitan saham dan penjualan aset, serta mengurangi investasi dalam bentuk saham. Selain itu, perseroan juga akan fokus dalam pengembangan kegiatan usaha manufaktur dan mengembangkan proyek infrastruktur sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×