Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil menuntaskan Program Obligasi Berkelanjutan V dengan total penerbitan Rp6 triliun. Pada tahap akhir, perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp 2,25 triliun yang mengalami oversubscribed, mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan investor terhadap fundamental serta prospek pertumbuhan perusahaan.
Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group, Andre Khor, mengatakan keberhasilan penyelesaian PUB V menunjukkan kepercayaan investor terhadap kinerja, strategi bisnis, serta pengelolaan keuangan Perseroan yang disiplin.
“Dukungan investor tersebut menjadi modal penting bagi Perseroan untuk terus memperkuat operasional, menjaga ketahanan finansial, dan menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang,” Andre dalam keterangannya dikutip Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Akan Rilis Obligasi Rp 2,25 Triliun, Beri Kupon Hingga 10%
Selain melalui pasar obligasi, daya tarik investasi TPIA juga semakin diperkuat dengan peningkatan porsi saham publik (free float) menjadi sekitar 25,7%. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas peluang masuknya investor institusi, termasuk investor global.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai peningkatan free float menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar karena membuat saham TPIA semakin aktif diperdagangkan dan lebih sesuai dengan kriteria investasi institusi.
Menurutnya, investor institusi seperti dana pensiun, manajer investasi, hingga global fund umumnya mempertimbangkan tingkat free float sebagai salah satu indikator sebelum berinvestasi. Dengan posisi free float yang semakin kuat, peluang masuknya dana besar ke saham TPIA dinilai semakin terbuka.
Baca Juga: TPIA Tuntaskan Rangkaian Program Obligasi Berkelanjutan Senilai Rp 6 Triliun
Selain itu, peningkatan free float juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam indeks global seperti MSCI dan FTSE. Apabila bobot saham meningkat dalam indeks tersebut, potensi masuknya aliran dana dari investor pasif juga semakin besar.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan TPIA masuk dalam Papan Utama setelah sebelumnya tercatat di Papan Pengembangan. Perubahan status tersebut menjadi bagian dari penguatan posisi Perseroan di pasar modal.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ke depan, Chandra Asri Group akan terus berfokus pada peningkatan kinerja operasional, penguatan daya saing, serta pengembangan portofolio bisnis energi, kimia, dan infrastruktur untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














