kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kata analis soal dampak rencana kenaikan HPP gula bagi emiten mamin


Rabu, 13 Februari 2019 / 22:41 WIB


Reporter: Auriga Agustina | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana untuk menaikkan harga pokok pembelian (HPP) gula petani dalam waktu dekat. Kebijakan ini bakal berdampak pada beban biaya produksi emiten makanan dan minuman (mamin) sehingga berpotensi menggerus margin.

Di sisi lain, industri juga tidak bisa leluasa untuk mengerek harga jual produknya. Analis BNI Sekuritas William Siregar mengatakan, langkah emiten untuk tidak menaikkan harga produk adalah hal yang benar.

William bilang biasanya emiten cenderung membeli gula dengan harga kontrak awal yang relatif masih murah, sehingga kenaikan harga gula tidak akan berpengaruh signifikan untuk kinerja emiten mamin tahun ini.

Dia menambahkan yang perlu dilakukan oleh emiten adalah meningkatkan volume penjualan, "emiten mami hanya butuh meningkatkan volume penjualan dari besarnya stimulus makro yang mendorong sektor konsumer lebih baik dari tahun lalu," katanya kepada Kontan, Rabu (13/2).

Senada, Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas juga mengatakan, tidak menaikkan harga produk adalah kebijakan tepat. Emiten mamin mampu mempertahankan market share-nya. Tapi perseroan butuh meningkatkan volume penjualan agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×